Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade

Kamis, 05 Maret 2026 - 12:59 WIB
loading...
Warning Fitch di Mata...
Menko Airlangga Hartarto buka suara terkait langkah lembaga pemeringkat, Fitch Ratings yang merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait langkah lembaga pemeringkat, Fitch Ratings yang merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan implementasi sistem Coretax sebagai senjata utama untuk meningkatkan rasio pajak nasional.

Airlangga menyampaikan bahwa catatan dari Fitch tersebut akan menjadi instrumen evaluasi penting bagi pemerintah dalam memperkuat struktur penerimaan negara di tengah tekanan global. Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal

“Nah kita akan terus kawal Coretax ini agar rasio tax kita bisa kita tingkatkan,” ujar Menko Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah menyadari adanya urgensi untuk memperkokoh pendapatan negara, terutama karena Fitch menyoroti rasio penerimaan Indonesia yang masih tergolong rendah.



Pendapatan pemerintah diproyeksikan hanya berada di kisaran 13,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada periode 2026–2027, tertinggal jauh dari median negara peringkat BBB yang mencapai 25,5%.

Baca Juga: Selain Lonjakan Harga Minyak, IHSG Berdarah-darah Terpukul Fitch Rating

Meski outlook berubah negatif, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB (Investment Grade). Airlangga menilai hal ini membuktikan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada di jalur yang tepat.

“Yang penting Indonesia tetap investment grade. Ke depan tentu apa yang menjadi warning Fitch itu kita pelajari,” tegasnya.

Dalam laporannya, Fitch menyebutkan adanya peningkatan ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah. Menanggapi hal tersebut, Airlangga menekankan bahwa dinamika ekonomi dunia saat ini tidak lepas dari pengaruh eskalasi geopolitik yang sedang terjadi.

“Ekonomi dunia semuanya terpengaruh bukan hanya oleh Fitch, tetapi juga oleh perang,” tambah Airlangga.

Pemerintah ditekankan berkomitmen untuk terus menjalankan reformasi perpajakan melalui Kementerian Keuangan guna menjawab kekhawatiran pasar dan memastikan keberlanjutan fiskal Indonesia tetap terjaga di mata investor global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Perang Timteng Menguji...
Perang Timteng Menguji Resiliensi Ekonomi Indonesia
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
IKPI Ingatkan Tax Amnesty...
IKPI Ingatkan Tax Amnesty untuk Perbaikan Manajemen Data Perpajakan
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved