IndoCart Dorong Ekosistem 3D Printing di Usia 23 Tahun
Selasa, 17 Maret 2026 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa merek printer 3D yang didistribusikan IndoCart antara lain Bambu Lab, Creality, Snapmaker, Phrozen, Sunlu, Esun, PolyMaker dan Elegoo.Selain mesin printer, IndoCart juga menyediakan material printing serta perangkat pendukung lain yang dibutuhkan dalam ekosistem 3D printing.
IndoCart juga mengembangkan strategi pemasaran yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada pembangunan komunitas dan edukasi teknologi. Albert menjelaskan, bahwa pendekatan ini dilakukan dengan menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari komunitas hobi, kreator konten, hingga institusi pendidikan.
“Kami tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dan edukasi mengenai teknologi 3D printing di Indonesia,” ujar Albert.
Teknologi ini kini mulai dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari individu yang memiliki hobi kreatif seperti pembuatan figur, hingga sekolah dan universitas yang menggunakan 3D printing untuk pembelajaran desain dan teknik.
Di sektor industri, teknologi ini juga semakin banyak dimanfaatkan untuk pembuatan prototipe, komponen fungsional, hingga produksi terbatas melalui konsep print farm. Ke depan, IndoCart melihat potensi penggunaan teknologi 3D printing di Indonesia akan semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri rumahan dan UMKM.
Albert mengatakan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka outlet di pusat perbelanjaan serta menghadirkan konsep pop-up store untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat yang lebih luas. “Harapannya, teknologi 3D printing dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.
Selain itu perusahaan juga berencana memperkuat tim customer service dan dukungan teknis serta memperluas ekspansi bisnis ke berbagai wilayah di Indonesia. “Kami percaya kepercayaan pelanggan dibangun melalui konsistensi dalam pelayanan dan kualitas,” pungkasnya.
IndoCart juga mengembangkan strategi pemasaran yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada pembangunan komunitas dan edukasi teknologi. Albert menjelaskan, bahwa pendekatan ini dilakukan dengan menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari komunitas hobi, kreator konten, hingga institusi pendidikan.
“Kami tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dan edukasi mengenai teknologi 3D printing di Indonesia,” ujar Albert.
Teknologi ini kini mulai dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari individu yang memiliki hobi kreatif seperti pembuatan figur, hingga sekolah dan universitas yang menggunakan 3D printing untuk pembelajaran desain dan teknik.
Di sektor industri, teknologi ini juga semakin banyak dimanfaatkan untuk pembuatan prototipe, komponen fungsional, hingga produksi terbatas melalui konsep print farm. Ke depan, IndoCart melihat potensi penggunaan teknologi 3D printing di Indonesia akan semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri rumahan dan UMKM.
Albert mengatakan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka outlet di pusat perbelanjaan serta menghadirkan konsep pop-up store untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat yang lebih luas. “Harapannya, teknologi 3D printing dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.
Selain itu perusahaan juga berencana memperkuat tim customer service dan dukungan teknis serta memperluas ekspansi bisnis ke berbagai wilayah di Indonesia. “Kami percaya kepercayaan pelanggan dibangun melalui konsistensi dalam pelayanan dan kualitas,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :