IndoCart Dorong Ekosistem 3D Printing di Usia 23 Tahun

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:23 WIB
loading...
IndoCart Dorong Ekosistem...
Sebagai distributor teknologi, IndoCart berupaya menghadirkan ekosistem teknologi yang lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perkembangan teknologi manufaktur digital di Indonesia membuka peluang baru bagi kreator, pelaku industri, hingga institusi pendidikan. Salah satu teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan adalah 3D printing, yang memungkinkan ide dan desain diwujudkan menjadi produk nyata secara lebih cepat dan fleksibel.

Sebagai distributor teknologi tersebut, Pemiilik IndoCart, Albert Ong mengatakan, perusahaannya berupaya menghadirkan ekosistem teknologi yang lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, IndoCart telah hadir sejak 2003 dengan tujuan mendukung perkembangan teknologi kreatif di Tanah Air.

Baca Juga: Hadapi Perkembangan Teknologi, Mahasiswa Dituntut Berinovasi dan Kreatif

“IndoCart sudah 23 tahun hadir dengan semangat menghadirkan alternatif yang lebih sehat bagi perkembangan ekosistem teknologi kreatif di Indonesia. Sejak awal kami percaya bahwa teknologi, termasuk 3D printing, seharusnya dapat diakses secara lebih terbuka oleh berbagai kalangan, bukan hanya oleh komunitas tertentu atau segmen pasar yang terbatas,” ujar Albert Ong dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

IndoCart Dorong Ekosistem 3D Printing di Usia 23 Tahun


Selama lebih dari dua dekade, IndoCart berupaya menjembatani kebutuhan para kreator dan pelaku industri yang ingin memanfaatkan teknologi manufaktur digital. Albert menilai potensi kreativitas anak muda Indonesia sangat besar, namun sering kali terkendala oleh akses terhadap teknologi dan alat produksi.

“Teknologi 3D printing memungkinkan ide dan imajinasi diwujudkan menjadi produk nyata, mulai dari prototipe produk, komponen fungsional, hingga karya kreatif seperti figur dan miniatur,” kata Albert.

Sebagai distributor 3D printer terlengkap, IndoCart mendistribusikan beberapa jenis teknologi printer 3D yang paling umum digunakan di berbagai sektor, khususnya teknologi FDM dan resin.

Fokus pada kualitas dan layanan

Di tengah persaingan distribusi perangkat teknologi yang semakin ketat, IndoCart yang saat ini memiliki dua gerai di Harco Mangga Dua dan Golden Boulevard BSD, memilih fokus pada keseimbangan antara kualitas produk, harga yang wajar, dan layanan pelanggan.

Albert menegaskan perusahaannya tidak menempatkan diri sebagai distributor dengan harga paling murah di pasar. “Kami tidak memposisikan diri sebagai distributor yang menawarkan harga paling murah. Yang lebih penting bagi kami adalah menjaga keseimbangan antara harga yang wajar, kualitas produk, serta layanan yang dapat diandalkan,” ujar Albert.

Ia juga menambahkan bahwa IndoCart memiliki kebijakan untuk tidak menjual produk yang sudah tidak lagi didukung oleh produsen. “Kami berkomitmen untuk tidak menjual produk clearance atau produk yang sudah discontinue. Setiap produk yang kami distribusikan dipastikan masih relevan dan memiliki dukungan purna jual yang jelas,” kata Albert.

Baca Juga: Keramik Motif Cantik dengan Digital Printing

Saat ini IndoCart mendistribusikan beberapa jenis teknologi printer 3D yang umum digunakan di berbagai sektor, terutama FDM (Fused Deposition Modeling) dan resin printing (SLA)

Printer berbasis FDM dan menggunakan material filament berbahan plastik seperti PLA, ABS, PETG yang dilelehkan dan dicetak secara berlapis untuk membentuk objek. Teknologi ini banyak dimanfaatkan untuk pembuatan prototipe produk, komponen fungsional, hingga produksi skala kecil, hingga proyek edukasi di sekolah dan universitas.

Sementara itu, printer berbasis resin menggunakan cairan resin yang disinari cahaya ultraviolet untuk menghasilkan objek dengan tingkat detail yang lebih tinggi. Teknologi ini biasanya digunakan untuk pembuatan miniatur, figur, model desain, serta kebutuhan presisi seperti dental dan jewelry.

Beberapa merek printer 3D yang didistribusikan IndoCart antara lain Bambu Lab, Creality, Snapmaker, Phrozen, Sunlu, Esun, PolyMaker dan Elegoo.Selain mesin printer, IndoCart juga menyediakan material printing serta perangkat pendukung lain yang dibutuhkan dalam ekosistem 3D printing.

IndoCart juga mengembangkan strategi pemasaran yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada pembangunan komunitas dan edukasi teknologi. Albert menjelaskan, bahwa pendekatan ini dilakukan dengan menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari komunitas hobi, kreator konten, hingga institusi pendidikan.

“Kami tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dan edukasi mengenai teknologi 3D printing di Indonesia,” ujar Albert.

Teknologi ini kini mulai dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari individu yang memiliki hobi kreatif seperti pembuatan figur, hingga sekolah dan universitas yang menggunakan 3D printing untuk pembelajaran desain dan teknik.

Di sektor industri, teknologi ini juga semakin banyak dimanfaatkan untuk pembuatan prototipe, komponen fungsional, hingga produksi terbatas melalui konsep print farm. Ke depan, IndoCart melihat potensi penggunaan teknologi 3D printing di Indonesia akan semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri rumahan dan UMKM.

Albert mengatakan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka outlet di pusat perbelanjaan serta menghadirkan konsep pop-up store untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat yang lebih luas. “Harapannya, teknologi 3D printing dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.

Selain itu perusahaan juga berencana memperkuat tim customer service dan dukungan teknis serta memperluas ekspansi bisnis ke berbagai wilayah di Indonesia. “Kami percaya kepercayaan pelanggan dibangun melalui konsistensi dalam pelayanan dan kualitas,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Rekomendasi
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved