Krisis Energi Global Kian Nyata, Rusia Setop Ekspor BBM Mulai 1 April 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:30 WIB
loading...
Krisis Energi Global...
Pemerintah Rusia resmi memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas ekspor bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April 2026. FOTO/Vladimir/Adobestock
A A A
JAKARTA - Pemerintah Rusia resmi memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas ekspor bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April 2026 sebagai langkah preventif menjaga ketahanan energi nasional. Kebijakan strategis ini diambil guna menstabilkan harga di pasar domestik yang terancam oleh tingginya volatilitas pasar global akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Setelah rapat, Alexander Novak menginstruksikan Kementerian Energi untuk menyiapkan rancangan keputusan larangan ekspor bensin mulai 1 April 2026 demi menstabilkan harga dan memastikan pasokan prioritas ke pasar domestik," demikian pernyataan resmi Pemerintah Rusia dikutip dari Livemint, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga: Imbas Krisis Energi Global, Rupiah Pekan Depan Terancam Tembus Rp17.100

Keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi mendalam atas kondisi pasar bahan bakar domestik dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak. Dalam pertemuan tersebut, Novak menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden Vladimir Putin untuk memastikan harga bahan bakar bagi masyarakat tetap stabil dan tidak melampaui proyeksi ekonomi yang telah ditetapkan.



Situasi geopolitik di Timur Tengah dinilai menjadi faktor utama yang memicu ketidakpastian harga minyak mentah dan produk turunannya di level internasional. Meskipun permintaan global terhadap energi Rusia tetap menunjukkan tren positif, Kremlin memilih untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri guna menghindari efek rembetan inflasi energi.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi Rusia, aktivitas pengolahan minyak saat ini masih berada pada level yang stabil dan setara dengan posisi Maret 2025. Kapasitas produksi tersebut diklaim masih sangat memadai untuk menjamin ketersediaan pasokan bagi industri dan konsumsi rumah tangga di seluruh wilayah Rusia.

Baca Juga: 10 Negara yang Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI

Sejumlah perusahaan energi nasional juga melaporkan bahwa cadangan bensin dan solar berada dalam status aman. Hal ini didukung oleh tingkat utilisasi kilang yang tetap tinggi, sehingga mampu menyokong kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada dinamika pasar luar negeri yang sedang bergejolak.

Sebagai langkah teknis, Kementerian Energi Rusia kini tengah mempercepat penyusunan regulasi formal terkait larangan ekspor bensin tersebut. Regulasi ini akan menjadi payung hukum yang memastikan seluruh aliran produk minyak terkonsentrasi sepenuhnya untuk pasar domestik mulai awal bulan depan.

Langkah proteksionisme energi oleh Moskow ini diperkirakan akan menambah tekanan pada pasokan BBM global, mengingat peran krusial Rusia sebagai salah satu pemasok energi utama dunia. Hingga saat ini, pasar internasional terus memantau dampak lebih lanjut dari kebijakan ini terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Rekomendasi
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Berita Terkini
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Infografis
Harga BBM Non Subsidi...
Harga BBM Non Subsidi Resmi Turun Mulai 1 Juni 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved