WTJJ Bidik Pendanaan Hijau lewat Transformasi Bisnis Berbasis ESG
Selasa, 07 April 2026 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Langkah transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Pada 2025, WTJJ berhasil melakukan refinancing dari pinjaman konvensional menjadi pendanaan hijau senilai Rp1,29 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan. Kinerja ESG WTJJ juga mendapat pengakuan global; berdasarkan penilaian S&P Global pada Februari 2026, perusahaan mencatat skor ESG sebesar 55 serta meraih peringkat pertama di Indonesia dan masuk lima besar dunia untuk kategori water.
Baca Juga: Gerakan Sedekah Pohon, Ekonomi Hijau dan Ekoteologi Filantropi Islam
Sebagai pengelola proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Regional Jatiluhur I, WTJJ mengoperasikan salah satu infrastruktur air minum terbesar di Indonesia dengan kapasitas 4.750 liter per detik. Layanan ini menjangkau DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang dengan cakupan sekitar 2 juta jiwa. Sejak mulai beroperasi pada Desember 2024, proyek ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan air perkotaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada air tanah.
Rendy menegaskan bahwa investasi di sektor air tidak hanya berbicara tentang skema pendanaan, tetapi juga komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan layanan bagi masyarakat. "Investment is not just about funding schemes, but a long-term commitment to sustainable water," ujarnya.
Ke depan, WTJJ berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi ESG dalam seluruh lini bisnis. Melalui tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang kuat, serta dampak keberlanjutan yang terukur, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menghadirkan infrastruktur air berkelas dunia yang berkelanjutan.
Baca Juga: Gerakan Sedekah Pohon, Ekonomi Hijau dan Ekoteologi Filantropi Islam
Sebagai pengelola proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Regional Jatiluhur I, WTJJ mengoperasikan salah satu infrastruktur air minum terbesar di Indonesia dengan kapasitas 4.750 liter per detik. Layanan ini menjangkau DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang dengan cakupan sekitar 2 juta jiwa. Sejak mulai beroperasi pada Desember 2024, proyek ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan air perkotaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada air tanah.
Rendy menegaskan bahwa investasi di sektor air tidak hanya berbicara tentang skema pendanaan, tetapi juga komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan layanan bagi masyarakat. "Investment is not just about funding schemes, but a long-term commitment to sustainable water," ujarnya.
Ke depan, WTJJ berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi ESG dalam seluruh lini bisnis. Melalui tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang kuat, serta dampak keberlanjutan yang terukur, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menghadirkan infrastruktur air berkelas dunia yang berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :