Sinyal Bahaya Sektor Keuangan RI Menyala, Analis: Sedang Berjalan Tanpa Nakhoda di Tengah Badai

Rabu, 08 April 2026 - 08:12 WIB
loading...
Sinyal Bahaya Sektor...
Analis ekonomi menilai harapan publik terhadap terobosan besar di bawah kepemimpinan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mulai berbenturan keras dengan realitas fiskal yang kaku. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Analis Ekonomi Menteng Kleb, Kusfiardi menilai harapan publik terhadap terobosan besar di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mulai berbenturan keras dengan realitas fiskal yang kaku. Memasuki medio 2026, optimisme akselerasi pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan saat menggantikan Sri Mulyani Indrawati kini meredup, menyusul rilis data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi.

Pertumbuhan Meleset, Risiko Fiskal Meningkat

Kusfiardi mencatat bahwa narasi akselerator pertumbuhan yang dibawa Purbaya gagal menembus hambatan struktural. Pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2026 yang tertahan di angka 5,1% menciptakan jarak lebar dari target ambisius pemerintah sebesar 5,7%.

"Strategi belanja agresif atau front-loading yang diharapkan menjadi mesin penggerak utama ternyata belum mampu menstimulus sektor riil secara signifikan. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga justru tertekan oleh inflasi pangan dan energi yang persisten," ujar Kusfiardi dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga: Sinyal Bahaya APBN! Rasio Utang RI Lampaui Batas Aman IMF, Ekonom Ingatkan Risiko Gagal Bayar?

Kegagalan transformasi ini juga terlihat dari postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2026 yang kian mengkhawatirkan. Defisit anggaran yang menyentuh 2,92% menunjukkan ruang fiskal Indonesia hampir habis. Alih-alih untuk investasi produktif, anggaran justru tersedot oleh pembengkakan subsidi energi akibat harga minyak dunia yang tinggi serta beban bunga utang yang menembus angka Rp500 triliun.



"Digitalisasi melalui Core Tax System yang digadang-gadang bakal mendongkrak penerimaan secara instan pun belum terwujud. Tax ratio Indonesia pada 2025 justru anjlok menjadi 9,31%, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 10,08%. Kondisi ini memicu persepsi di kalangan pelaku usaha bahwa pemerintah lebih fokus pada intensifikasi pajak yang agresif terhadap pemain lama daripada memperluas basis ekonomi yang sehat," tambahnya.

Lamban Respons Geopolitik dan Krisis Koordinasi KSSK

Lebih jauh, Kusfiardi menyoroti kelambanan respons otoritas fiskal dalam memitigasi dampak geopolitik akibat eskalasi invasi AS dan Israel ke Iran. Situasi ini dinilai dibiarkan tanpa arah, di mana Purbaya selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dianggap tidak menunjukkan inisiatif koordinasi yang solid untuk membentengi sektor keuangan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Sektor Wirausaha Bermunculan,...
Sektor Wirausaha Bermunculan, Harapan Baru di Tengah Pandemi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved