Sinyal Bahaya Sektor Keuangan RI Menyala, Analis: Sedang Berjalan Tanpa Nakhoda di Tengah Badai

Rabu, 08 April 2026 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Titik Vital Selat Hormuz, Sejauh Mana Konflik AS-Israel vs Iran Guncang Ekonomi Dunia dan Indonesia

"Ketidakhadiran kepemimpinan yang taktis di KSSK membuat pasar kehilangan jangkar. Akibatnya, IHSG mengalami koreksi terdalam kedua setelah KOSPI, sementara Rupiah kini terpuruk dan 'parkir' di level psikologis baru Rp17.002 per dolar AS. Ini adalah sinyal bahaya bahwa sektor keuangan kita sedang berjalan tanpa nakhoda di tengah badai," tegasnya.

Krisis Kepercayaan Pasar Global

Dampaknya mulai terasa di pasar keuangan. Kepercayaan investor global melemah seiring kekhawatiran terhadap risiko populisme fiskal yang lebih mementingkan janji politik jangka pendek, seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), dibandingkan penguatan fundamental. Hal ini dikonfirmasi oleh kenaikan yield SBN 10-tahun yang mencapai 7,1%, yang berakibat pada semakin mahalnya biaya utang negara.

"Transisi kepemimpinan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa pada akhirnya dianggap lebih bersifat kosmetik dalam gaya komunikasi, sementara secara substansi, Indonesia justru terjebak dalam risiko fiskal yang lebih tinggi dengan hasil pertumbuhan yang tetap medioker," tegas Kusfiardi.

Mendorong Sosok Otoritas Fiskal Berbasis Konstitusi

Menghadapi dinamika global 2026 yang penuh ketidakpastian, Menteng Kleb menekankan perlunya arah kebijakan fiskal yang lebih relevan dengan amanat konstitusi, UUD 1945. Kusfiardi merumuskan empat pilar kepemimpinan fiskal yang dibutuhkan Indonesia ke depan

Pertama, Teknokrat Populis dengan Kredibilitas Global. Dibutuhkan sosok "Arsitek Strategis" yang mampu menjaga kepercayaan pasar untuk menekan biaya utang, sekaligus memiliki empati domestik untuk melakukan redistribusi aset melalui pajak yang berkeadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Berita Terkini
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Infografis
Sektor Wirausaha Bermunculan,...
Sektor Wirausaha Bermunculan, Harapan Baru di Tengah Pandemi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved