Sinyal Bahaya Sektor Keuangan RI Menyala, Analis: Sedang Berjalan Tanpa Nakhoda di Tengah Badai

Rabu, 08 April 2026 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Kedua, Productive Safety Net. Fiskal harus bergeser dari bansos konsumtif menuju bantuan produktif. Transformasi subsidi menjadi alokasi belanja produktif bagi kelas bawah dan menengah adalah keharusan untuk keluar dari middle-income trap.

Ketiga, Kedaulatan dan Kemandirian Fiskal. Fiskal harus menjadi alat proteksi industri dalam negeri dan investasi pada kedaulatan pangan serta energi (benih, pupuk, teknologi) agar tidak bergantung pada modal asing yang fluktuatif.

Keempat, Transparansi dan Akuntabilitas. Sistem perpajakan tidak boleh hanya menjadi alat "berburu di kebun binatang". Harus ada transparansi di mana kelompok super-kaya berkontribusi lebih besar, didukung oleh pengawasan publik yang ketat untuk meminimalisir kebocoran proyek strategis.

Melihat kegagalan pencapaian target dan lemahnya koordinasi di tengah krisis, Menteng Kleb menegaskan bahwa perbaikan kebijakan saja tidak lagi cukup. Dibutuhkan langkah drastis untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan rakyat.

"Sebagai solusi jangka pendek yang mendesak, Presiden harus segera melakukan evaluasi total dan mengganti jajaran menteri ekonomi, termasuk Menteri Keuangan. Kepemimpinan saat ini telah kehilangan relevansi dan gagal menjawab tantangan zaman. Tanpa penyegaran figur Menteri Bidang Ekonomi tersebut, Indonesia akan terus terjebak dalam risiko fiskal yang lebih tinggi dengan hasil pertumbuhan yang medioker," kata Kusfiardi.

"Indonesia tidak lagi butuh mereka yang hanya piawai berteori secara akademik atau sekadar berjanji di panggung politik. Kita membutuhkan 'Otoritas Fiskal' yang mampu menyeimbangkan disiplin anggaran dengan keberanian intervensi ekonomi untuk rakyat kecil guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," tutup Kusfiardi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
23 Juta Orang Teken...
23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Berita Terkini
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved