Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading

Minggu, 19 April 2026 - 10:21 WIB
loading...
Pentingnya Psikologi...
Pasar pada dasarnya adalah wadah percobaan langsung bagi emosi manusia. Pasar menghargai Anda yang memiliki pengendalian diri, yang merupakan sifat yang sangat berharga karena biasanya tidak terlalu diperhatikan. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Pasar pada dasarnya adalah wadah percobaan langsung bagi emosi manusia. Pasar menghargai Anda yang memiliki pengendalian diri, yang merupakan sifat yang sangat berharga karena biasanya tidak terlalu diperhatikan. Perbedaan antara para trader yang mengambil keputusan trading secara disiplin dan yang tidak adalah apakah mereka mampu mengendalikan diri atau tidak.

Mereka yang mampu mengendalikan diri akan membeli saat harga rendah, menjual saat harga tinggi, dan mengklaim keberhasilan saat segala sesuatunya berjalan lancar. Sementara mereka yang kurang memiliki pengendalian diri akan membeli dengan harga tinggi, menjual dengan harga rendah, dan menyalahkan pihak lain (seperti manipulasi pasar) ketika keadaan menjadi buruk. Baca juga: IHSG Dibuka Meroket ke Level 7.750, Seluruh Sektor Menghijau

Tidak berarti Anda tidak pernah merasakan emosi. Artinya, Anda melakukan tindakan dengan sengaja meskipun otak Anda mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk menunda kepuasan. ”Para trader yang mampu mengendalikan diri, berhenti sejenak, berpikir, dan tetap mengikuti rencana mereka akan benar-benar diuntungkan oleh pasar,” demikian rilis tertulis dari JustMarkets, Minggu (19/4/2026).

Sebagian besar psikolog mendefinisikan pengaturan diri sebagai upaya menahan dorongan diri agar bisa mengejar tujuan masa depan yang lebih jauh daripada masa kini. Ini adalah definisi yang valid, tetapi tidak mempertimbangkan bahwa dorongan Anda bukanlah sesuatu yang jahat.

Dulu, dorongan diri diprogram untuk bertahan hidup di dunia yang kini tidak lagi terancam punah. Pikiran Anda menganggap ketidakpastian sebagai sesuatu yang berbahaya, hal baru sebagai peluang, dan kerugian sebagai serangan pribadi. Pasar keuangan menyediakan ketiga jenis penguatan ini dalam jumlah yang berlimpah.

Pengaturan diri adalah hal yang membantu Anda mengelola selisih waktu antara respons dan rangsangan (merasa/ingin/bertindak). Perbedaan waktu itulah yang memberi Anda keunggulan (ruang antara rangsangan dan respons) dalam proses pengambilan keputusan Anda.

Pasar bisa menjadi jebakan untuk pembelian impulsif karena desainnya yang menyerupai mesin slot, dengan berbagai tingkatan imbalan dan penguatan yang berasal dari peluang memenangkan hadiah yang signifikan. Tick trading dapat menciptakan sensasi yang sama seperti saat Anda bermain mesin slot, karena setiap tick memicu pelepasan dopamin di otak.

Pola perilaku pembelian impulsif bisa diamati melalui empat hal. Pertama, ”mengejar trading” karena merasa “tertinggal” dari trading yang menguntungkan membuat mereka merasa “tersesat”. Kedua, “mencoba menutupi kerugian” dari trading yang merugi dengan membiarkan emosi menjadi faktor penentu dalam proses pengambilan keputusan trading.

Ketiga, “trading secara berlebihan” karena anggapan bahwa “melakukan sesuatu” membuat individu merasa memiliki kendali yang lebih besar di pasar. Keempat, “mengubah definisi kemenangan” karena rencana yang objektif hanya valid hingga pasar menunjukkan sebaliknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved