Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Rabu, 22 April 2026 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi tren tersebut, Staffinc menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk 2026, mulai dari penguatan pengukuran kinerja tenaga kerja hingga integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses rekrutmen. Hal ini disampaikan dalam acara buka bersama pada Maret lalu di Ritz-Carlton Jakarta yang dihadiri oleh lebih dari 200 mitra industri Staffinc dari berbagai sektor seperti PT HM Sampoerna Tbk., LG, dan Coca-Cola Europacific.
“Banyak perusahaan masih melihat tenaga kerja sebagai kebutuhan operasional. Padahal, di lapangan mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis. Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka,” ujar Chief Commercial Officer Staffinc, Margana Mohamad.
![Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri]()
Sepanjang periode tersebut, Staffinc juga melihat adanya pergeseran kebutuhan dari klien yang semakin menekankan pada kualitas eksekusi dan kontribusi tenaga kerja terhadap produktivitas. Hal ini mendorong pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penempatan, tetapi juga pada bagaimana kinerja tenaga kerja dapat diukur dan dikaitkan langsung dengan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer yaitu teknologi berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses seleksi kandidat. Pengembangan ini sejalan dengan tren global dalam pemanfaatan AI di fungsi sumber daya manusia. Sistem ini terbukti meningkatkan kapasitas proses wawancara kandidat secara signifikan dibandingkan dengan metode manual.
“Banyak perusahaan masih melihat tenaga kerja sebagai kebutuhan operasional. Padahal, di lapangan mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis. Ke depan, tantangannya bukan hanya soal ketersediaan tenaga kerja, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja mereka,” ujar Chief Commercial Officer Staffinc, Margana Mohamad.

Sepanjang periode tersebut, Staffinc juga melihat adanya pergeseran kebutuhan dari klien yang semakin menekankan pada kualitas eksekusi dan kontribusi tenaga kerja terhadap produktivitas. Hal ini mendorong pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penempatan, tetapi juga pada bagaimana kinerja tenaga kerja dapat diukur dan dikaitkan langsung dengan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer yaitu teknologi berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam proses seleksi kandidat. Pengembangan ini sejalan dengan tren global dalam pemanfaatan AI di fungsi sumber daya manusia. Sistem ini terbukti meningkatkan kapasitas proses wawancara kandidat secara signifikan dibandingkan dengan metode manual.
Lihat Juga :