Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Rabu, 22 April 2026 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Jika secara konvensional satu recruiter hanya dapat mewawancarai sekitar 5-10 kandidat per hari, teknologi ini memungkinkan proses tersebut dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar, hingga ratusan bahkan ribuan kandidat dalam satu hari tanpa keterbatasan waktu dan kapasitas. Dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi, sekaligus mengurangi potensi bottleneck dalam operasional.
Di sisi lain, Staffinc juga akan memperkuat kolaborasi dengan mitra industri melalui berbagai program engagement sepanjang 2026, termasuk diskusi terbatas lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan yang membahas tren dan praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Staffinc berencana menghadirkan Staffinc Industry Center yang akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi mitra industri untuk berbagi insight, mendiskusikan tantangan operasional, serta mengembangkan pendekatan baru dalam pengelolaan tenaga kerja.
Melalui berbagai langkah ini, Staffinc menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem pengelolaan tenaga kerja yang lebih terhubung, berbasis data, dan berorientasi pada kinerja.
Jika secara konvensional satu recruiter hanya dapat mewawancarai sekitar 5-10 kandidat per hari, teknologi ini memungkinkan proses tersebut dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar, hingga ratusan bahkan ribuan kandidat dalam satu hari tanpa keterbatasan waktu dan kapasitas. Dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi, sekaligus mengurangi potensi bottleneck dalam operasional.
Di sisi lain, Staffinc juga akan memperkuat kolaborasi dengan mitra industri melalui berbagai program engagement sepanjang 2026, termasuk diskusi terbatas lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan yang membahas tren dan praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Staffinc berencana menghadirkan Staffinc Industry Center yang akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi mitra industri untuk berbagi insight, mendiskusikan tantangan operasional, serta mengembangkan pendekatan baru dalam pengelolaan tenaga kerja.
Melalui berbagai langkah ini, Staffinc menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem pengelolaan tenaga kerja yang lebih terhubung, berbasis data, dan berorientasi pada kinerja.
(akr)
Lihat Juga :