UEA Hengkang dari OPEC, Harga Minyak Dunia Tembus USD115 per Barel

Rabu, 29 April 2026 - 21:48 WIB
loading...
UEA Hengkang dari OPEC,...
Harga minyak mentah melesat pada perdagangan hari ini terdampak UEA keluar dari OPEC dan blokade laut AS. FOTO/iStock
A A A
LONDON - Harga minyak mentah melesat pada perdagangan Rabu, dengan Brent kontrak pengiriman Juni naik 3,5% ke USD115,13 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,7% menjadi USD103,69 per barel. Reli tersebut merupakan sesi kenaikan kedelapan berturut-turut dan telah mengerek harga minyak lebih dari 49% sejak operasi gabungan AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari lalu.

Kenaikan harga ditopang oleh blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang memasuki bulan kedua, serta langkah balasan Iran menutup Selat Hormuz bagi pelayaran asing. Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur air strategis itu dengan syarat AS mencabut blokade dan menghentikan permusuhan, namun Presiden Trump menolak usulan tersebut akhir pekan lalu. Kegagalan negosiasi ini membuat Iran kembali mengajukan proposal revisi kepada Pakistan pada Minggu (27/4).

Di tengah kebuntuan diplomasi, Citigroup menaikkan proyeksi harga Brent untuk kuartal II-2026 menjadi USD110 per barel. Dalam skenario terburuk dengan kemungkinan 30 persen harga dapat mencapai rata-rata USD130 pada kuartal II dan III jika gangguan berlanjut hingga Juni, bahkan berpotensi menyentuh USD150 per barel.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz: Arena Baru AS-China Rebutan Energi Masa Depan

Dari sisi pasokan, kejutan datang dari Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (28/4) mengumumkan hengkang dari OPEC dan aliansi OPEC+ efektif 1 Mei, mengakhiri keanggotaan hampir 60 tahun di kartel minyak tersebut. UEA, produsen terbesar ketiga OPEC dengan kapasitas 3,2 juta barel per hari (bph) mengatakan keputusan ini mencerminkan visi strategis ekonomi jangka panjang dan profil energi yang terus berkembang.



Dikutip dari NPR, kepergian UEA membuat OPEC kehilangan satu dari hanya dua anggota bersama Arab Saudi, yang memiliki kapasitas produksi cadangan berarti, yang sebelumnya mencapai lebih dari 4 juta bph. UEA telah mengisyaratkan rencana menambah produksi sekitar 30 persen atau 1 juta barel tambahan per hari begitu bebas dari kuota OPEC.

Baca Juga: Pentagon Akui Tak Mampu Lawan Rudal Hipersonik Rusia dan China

Sementara, data American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 17 April menunjukkan stok minyak mentah AS turun 4,4 juta barel jauh di atas perkiraan penurunan hanya 1 juta barel. Laporan API pekan yang berakhir 24 April kembali menunjukkan penyusutan stok sebesar 1,79 juta barel membalik perkiraan analis yang sebelumnya memprediksi sedikit kenaikan.

Dampak kenaikan tersebut mulai dirasakan konsumen AS. Data AAA menunjukkan harga bensin eceran di AS mencapai USD4,18 per galon pada Selasa (28/4) level tertinggi dalam empat tahun, naik 7 sen dalam sehari. Secara akumulasi, harga di pompa bensin telah melonjak USD1,19 sejak akhir Februari lalu, menjadi pukulan terbaru bagi rumah tangga di tengah inflasi yang masih tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Rekomendasi
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved