Intip DPN MAPPI Terpilih Periode 2020-2024

Minggu, 20 September 2020 - 19:52 WIB
loading...
Intip DPN MAPPI Terpilih...
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) telah menyelesaikan Musyawarah Nasional ke XII pada hari Sabtu, 19 September 2020 berpusat di Hostel Aston Sentul Lake. Foto/Dok
A A A
SENTUL - Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) telah menyelesaikan Musyawarah Nasional ke XII pada hari Sabtu, 19 September 2020 berpusat di Hostel Aston Sentul Lake. Munas yang bertemakan “Penilai Profesional Yang Bermaslahat bagi Negeri” ini diselenggarakan secara virtual selama empat hari dengan lokasi pemilihan sebanyak 26 yang tersebar di seluruh Indonesia.

(Baca Juga: Erick Minta Tolong ke 7 Lembaga Independen untuk Menjaring Talenta Direksi BUMN )

Model penyelenggaraan ini yang menjadikan Munas MAPPI XII sebagai salah satu munas asosiasi profesi pertama yang dilaksanakan secara virtual sehingga bisa dijadikan sebagai prototype pada penyelenggaraan munas selanjutnya. Munas MAPPI XII sebagai ajang pengambilan keputusan tertinggi mencatatkan beberapa keputusan, salah satunya adalah memilih dan menetapkan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) dimana Paket Amin Muttaqin Guntur (AMG) terpilih sebagai pemenang dengan mayoritas suara sebesar 55,98% mengungguli 2 kandidat lainnya.

Dalam pembagian tugasnya, Muhammad Amin akan bertugas sebagai Ketua Umum, Muhammad Adil Muttaqin sebagai Ketua 1 dan Guntur Pramudyanto sebagai Ketua 2. Selain itu, Munas juga telah menetapkan 9 Dewan Penilai dan 3 Dewan Pengawas Keuangan. Selain melakukan dan menetapkan Dewan Pimpinan Nasional, Dewan Penilai, dan Dewan Pengawas Keuangan, Munas juga memberikan amanah kepada masing-masing perangkat organisasi tersebut untuk menjalankan rekomendasi dari anggota MAPPI.

Beberapa rekomendasi tersebut antara lain adalah memberikan mandat secara penuh kepada DPN terpilih untuk menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki demi lahirnya Undang-Undang Penilai dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Termasuk melakukan penataan ulang program Pendidikan agar mampu mewujudkan penilai yang kompeten dan profesional yang berwawasan internasional. Adapun rekomendasi Munas tersebut telah selaras dan sesuai dengan Program Kerja strategis yang ingin diwujudkan oleh AMG.

Menurut Muhammad Amin sebagai Ketua Umum DPN MAPPI 2020-2024, terdapat empat isu utama yang penting untuk diurai dan dituntaskan, antara lain yaitu pertama, Keprofesian dan Pendidikan. Lalu kedua, Keorganisasian serta ketiga Standar dan Peraturan. Hingga keempat adalah Sinergi dan Eksistensi.

Terkait dengan keprofesian dan Pendidikan, beberapa hal perlu dibenahi antara lain adalah volume Pendidikan dan waktu belajar yang terbatas serta rendahnya output research and development. Untuk menjawab hal tersebut MAPPI harus melakukan penyempurnaan sistem Pendidikan mulai dari penyempurnaan kurikulum, materi ajar, dan kompetensi pengajar.

(Baca Juga: Ini Nih Kelemahan Umum Para Pelaku Usaha Baru )

Menurut Muttaqin sebagai Ketua 1 yang membidangi keprofesian, bertekad untuk mengawal pengadaan database nasional untuk memudahkan penilai dalam melakukan praktik penilaian seperti database properti nasional, beta untuk discount rate, dan jurnal penilaian. Sedangkan terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan, Muttaqin bertekad untuk membuat biaya Pendidikan terjangkau dengan mengembangkan sistem Pendidikan yang berbasis IT termaksud mengubah kurikulum pendidikan menjadi sistem modul.

Sementara untuk isu organisasi, yang menjadi sorotan adalah manajemen organisasi yang cenderung konservatif dan closed-organization. Sebab itu, DPN terpilih ingin melakukan modernisasi sistem keanggotaan yang lebih secure dan up to date. Hal lain yang penting adalah melakukan transparansi organisasi dengan menyajikan laporan keuangan dan logbook kegiatan organisasi via website.

“Kami bertekad untuk mengupayakan penerapan standar fee penilaian secara konsisten serta mendorong adanya professional indemnity insurance untuk mengawal potensi fraud yang diakibatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi merugikan penilai. Dalam rangka menjamin kesejahteraan para penilai, kami berkeinginan kuat untuk mengadakan pembentukan dana abadi,” tegas Guntur.

Berkaitan dengan isu standar dan peraturan, salah satu agenda prioritas dari DPN MAPPI 2020-2024 adalah membentuk tim khusus untuk mengawal terbentuknya UU Penilai. Tak hanya itu, Amin menambahkan, “kepengurusan DPN kedepan harus meningkatkan sosialisasi dan MoU dengan APH terkait perlindungan profesi penilai termaksud menyediakan bantuan hukum profesional (lawyer) bagi Penilai yang mengalami permasalahan hukum”.

Sinergi dan Eksistensi penilai juga menjadi faktor penting yang akan diperjuangkan oleh AMG. AMG ingin mendorong adanya fungsi-fungsi entrepreneurship MAPPI dengan menjalin kerja sama dengan stakeholders terkait seperti OJK, BEI, REI, Kementerian, dan Lembaga lainnya dalam rangkapeningkatan peran strategis penilai dan membuka potensi kerja sama sebesarbesarnya serta menjadi partisipan aktif dalam organisasi penilai internasional seperti AVA, PPC, WAVO, AI, RICS dan lainnya.

“Bahkan kami bermimpi agar ke depan MAPPI dapat turut serta dalam forum internasional bergengsi seperti World Economic Forum, IMF Annual Meeting dan lainnya agar selalu tuned in dengan isu ekonomi global terkini,” ujar Amin yang diamini oleh Muttaqin dan Guntur.

Di akhir sambutannya, Amin, Muttaqin dan Guntur mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada SC, OC dan segenap panitia atas terselenggaranya Munas MAPPI XII, termaksud ucapan terimakasih kepada DPN Periode 2016-2020 dan segenap perangkatnya atas dedikasinya selamat empat tahun terakhir.

Amin, Muttaqin dan Guntur juga mengajak seluruh masyarakat penilai untuk bahu membahu dalam memajukan dan mengawal kepengurusan DPN MAPPI 2020-2024 dan melupakan kontestasi di ajang Munas XII. “tidak ada lagi AMG, SEPAKAT, dan YAD. Yang ada hanya MAPPI, jayalah MAPPI, jayalah penilai Indonesia,” tegas Amin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Program Pendidikan Kesetaraan...
Program Pendidikan Kesetaraan MHU Cetak Ratusan Tenaga Kerja
EduCARE Journey: Saat...
EduCARE Journey: Saat CEO Turun Langsung ke Kelas untuk Anak-anak Indonesia
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Infografis
10 Bandara InJourney...
10 Bandara InJourney Airports Terbaik di Asia Pasifik 2024!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved