Peluncuran Kiranas Mendorong Peran Dunia Usaha dalam Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Kiranas dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui pendekatan yang terstruktur, Kiranas membantu perusahaan dalam menilai risiko dan ketergantungan terhadap keanekaragaman hayati, menetapkan prioritas aksi, serta mengintegrasikan prinsip nature-positive ke dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Keanekaragaman hayati semakin menjadi isu strategis bagi dunia usaha. Di tengah perubahan iklim, dinamika rantai pasok global, serta meningkatnya standar keberlanjutan internasional, perusahaan dituntut untuk membangun model bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga tangguh dan bertanggung jawab terhadap alam,” ujar Honorary Trustee IBCSD, Shinta W Kamdani.
KIRANAS turut membantu memastikan dunia usaha bisa mewujudkan aksi bisnis yang selaras dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk RPJMN 2025–2029, IBSAP 2025–2045, FOLU Net Sink 2030, serta target Net Zero Emission 2060, sekaligus merespons kerangka global seperti Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF).
Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk
Sejalan dengan hal tersebut, Nizhar Marizi, Ph.D., Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, menyampaikan, “Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat dipandang semata sebagai agenda lingkungan, melainkan sebagai bagian integral dari arah pembangunan nasional menuju ekonomi yang tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan.”
“Keanekaragaman hayati semakin menjadi isu strategis bagi dunia usaha. Di tengah perubahan iklim, dinamika rantai pasok global, serta meningkatnya standar keberlanjutan internasional, perusahaan dituntut untuk membangun model bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga tangguh dan bertanggung jawab terhadap alam,” ujar Honorary Trustee IBCSD, Shinta W Kamdani.
KIRANAS turut membantu memastikan dunia usaha bisa mewujudkan aksi bisnis yang selaras dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk RPJMN 2025–2029, IBSAP 2025–2045, FOLU Net Sink 2030, serta target Net Zero Emission 2060, sekaligus merespons kerangka global seperti Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF).
Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk
Sejalan dengan hal tersebut, Nizhar Marizi, Ph.D., Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, menyampaikan, “Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat dipandang semata sebagai agenda lingkungan, melainkan sebagai bagian integral dari arah pembangunan nasional menuju ekonomi yang tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan.”
Lihat Juga :