Inovasi Terbaru Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2 Disetujui FDA AS
Senin, 25 Mei 2026 - 11:22 WIB
loading...
Novo Nordisk mengumumkan bahwa FDA Amerika Serikat telah menyetujui insulin basal kerja panjang (long-acting) mingguan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Novo Nordisk mengumumkan bahwa FDA Amerika Serikat telah menyetujui insulin basal kerja panjang (long-acting) mingguan milik Novo Nordisk. Insulin tersebut merupakan insulin basal dengan injeksi 700 units/mL yang telah mengantongi persetujuan FDA AS.
Insulin ini diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga untuk membantu meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 . Persetujuan FDA atas insulin basal mingguan ini menjadi opsi solusi perawatan baru bagi pasien diabetes yang sebelumnya hanya bergantung pada insulin basal harian.
Persetujuan FDA AS berlandaskan pada hasil dari ONWARDS phase 3a programme in type-2 diabetes for once-weekly injection, yaitu program uji klinis yang terdiri dari empat uji coba acak, active-controlled, treat-to-target pada sekitar 2.680 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, serta digunakan dalam kombinasi dengan insulin waktu makan atau dikombinasikan dengan agen anti-diabetes oral umum dan/atau agonis reseptor GLP-1.
Baca Juga: Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Program uji klinis tersebut membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin harian, dimana hasilnya sama-sama menunjukkan adanya pengurangan kadar HbA1c pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Selain itu, profil keamanan insulin basal mingguan tersebut secara keseluruhan konsisten dengan insulin basal harian.
”Langkah Novo Nordisk dalam menyediakan insulin basal mingguan mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mengedepankan inovasi perawatan kesehatan dan memperkuat dukungan untuk orang dengan diabetes. Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari,” ujar Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar.
Di Indonesia, lebih dari 20 juta orang dewasa hidup dengan diabetes 1. Namun, kesadaran dan kepatuhan pengobatan pasien diabetes masih menjadi tantangan.
Baca Juga: Pil Wegovy Novo Nordisk Pikat Pasar AS, Catat 18.000 Resep di Pekan Pertama
Sebuah studi menemukan bahwa 43,4% responden, yang merupakan pasien diabetes tipe 2, menyatakan bahwa hambatan kepatuhan mereka berasal dari perasaan terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari, sementara 28,4% responden lainnya mengaku kerap lupa menjalani pengobatan. Dengan demikian, insulin basal mingguan dapat menjadi alternatif yang relevan untuk menyederhanakan terapi dan mendukung kepatuhan pengobatan diabetes.
Selama lebih dari 20 tahun, Novo Nordisk terus berkomitmen dalam mendukung Indonesia untuk menjawab tantangan diabetes, sebagai salah satu krisis kesehatan nasional. Di Indonesia, Novo Nordisk telah menghadirkan inovasi terapi insulin koformulasi, serta terapi GLP-1 untuk indikasi yang berbeda, yaitu untuk perawatan diabetes tipe 2 dan untuk penanganan obesitas.
Novo Nordisk menghimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, termasuk sebelum mengubah dosis atau memulai pengobatan.
Insulin ini diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga untuk membantu meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2 . Persetujuan FDA atas insulin basal mingguan ini menjadi opsi solusi perawatan baru bagi pasien diabetes yang sebelumnya hanya bergantung pada insulin basal harian.
Persetujuan FDA AS berlandaskan pada hasil dari ONWARDS phase 3a programme in type-2 diabetes for once-weekly injection, yaitu program uji klinis yang terdiri dari empat uji coba acak, active-controlled, treat-to-target pada sekitar 2.680 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, serta digunakan dalam kombinasi dengan insulin waktu makan atau dikombinasikan dengan agen anti-diabetes oral umum dan/atau agonis reseptor GLP-1.
Baca Juga: Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Program uji klinis tersebut membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin harian, dimana hasilnya sama-sama menunjukkan adanya pengurangan kadar HbA1c pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Selain itu, profil keamanan insulin basal mingguan tersebut secara keseluruhan konsisten dengan insulin basal harian.
”Langkah Novo Nordisk dalam menyediakan insulin basal mingguan mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mengedepankan inovasi perawatan kesehatan dan memperkuat dukungan untuk orang dengan diabetes. Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari,” ujar Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar.
Di Indonesia, lebih dari 20 juta orang dewasa hidup dengan diabetes 1. Namun, kesadaran dan kepatuhan pengobatan pasien diabetes masih menjadi tantangan.
Baca Juga: Pil Wegovy Novo Nordisk Pikat Pasar AS, Catat 18.000 Resep di Pekan Pertama
Sebuah studi menemukan bahwa 43,4% responden, yang merupakan pasien diabetes tipe 2, menyatakan bahwa hambatan kepatuhan mereka berasal dari perasaan terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari, sementara 28,4% responden lainnya mengaku kerap lupa menjalani pengobatan. Dengan demikian, insulin basal mingguan dapat menjadi alternatif yang relevan untuk menyederhanakan terapi dan mendukung kepatuhan pengobatan diabetes.
Selama lebih dari 20 tahun, Novo Nordisk terus berkomitmen dalam mendukung Indonesia untuk menjawab tantangan diabetes, sebagai salah satu krisis kesehatan nasional. Di Indonesia, Novo Nordisk telah menghadirkan inovasi terapi insulin koformulasi, serta terapi GLP-1 untuk indikasi yang berbeda, yaitu untuk perawatan diabetes tipe 2 dan untuk penanganan obesitas.
Novo Nordisk menghimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, termasuk sebelum mengubah dosis atau memulai pengobatan.
(akr)
Lihat Juga :