Purbaya Bocorkan Perusahaan Diduga Lakukan Underinvoicing CPO, Siapa Saja?

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:58 WIB
loading...
Purbaya Bocorkan Perusahaan...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor (under-invoicing) komoditas minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang melibatkan 10 eksportir besar di Indonesia. Praktik ini diduga dilakukan secara sistematis dan berpotensi merugikan penerimaan negara.

"Nama-namanya belum bisa kami sebutkan karena proses hukum, tapi ada sekitar 10 eksportir terbesar, campuran perusahaan lokal dan asing," ujar Purbaya, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan

Purbaya mengonfirmasi bahwa sejumlah perusahaan besar seperti Wilmar dan Salim Ivomas Pratama masuk dalam daftar indikasi, sementara beberapa nama lain masih dalam proses verifikasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa pengungkapan identitas lengkap perusahaan akan dilakukan sesuai dengan perkembangan proses hukum.

Dia menjelaskan, investigasi yang dilakukan pemerintah menemukan indikasi kuat adanya pengalihan dokumen perdagangan melalui perusahaan perantara di luar negeri, khususnya di Singapura. Modus ini dilakukan dengan mencatat transaksi ekspor pada harga yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.



Dalam praktiknya, dokumen ekspor diarahkan ke perusahaan bayangan sebelum barang dikirim ke negara tujuan akhir seperti Amerika Serikat. Meski jalur pengiriman fisik tidak berubah, perbedaan dokumen menyebabkan nilai ekspor tercatat lebih rendah di dalam negeri.

Akibatnya, kewajiban pembayaran pajak dan royalti yang seharusnya diterima negara menjadi berkurang signifikan. Purbaya memperkirakan selisih nilai akibat praktik tersebut bisa mencapai sekitar 50% dari nilai transaksi riil.

Baca Juga: Purbaya Lapor Prabowo, Ada 10 Perusahaan Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO

Untuk mengungkap kasus ini, Kementerian Keuangan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menganalisis kesesuaian data manifes kapal dan dokumen kepabeanan internasional. Hasil analisis tersebut kemudian diserahkan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil penelusuran, pemerintah awalnya memeriksa sekitar 20 perusahaan eksportir. Namun, fokus penyelidikan dipersempit pada 10 perusahaan dengan nilai transaksi terbesar yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penerimaan negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Rekomendasi
Bea Cukai Kediri Gagalkan...
Bea Cukai Kediri Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp4,7 Miliar selama Juni 2026
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
Kasatgas PRR Tito Dorong...
Kasatgas PRR Tito Dorong Percepatan Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera
Berita Terkini
Tumbuh Bersama Danantara,...
Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Catatkan Rekor Performa Positif Separuh Pertama 2026
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Independensi BI Dipertaruhkan...
Independensi BI Dipertaruhkan dalam Pemilihan Gubernur Baru
Pos Indonesia Bayar...
Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Ijarah Senilai Rp24,12 Miliar
Soal Pengganti Perry...
Soal Pengganti Perry Warjiyo, DPR Tunggu Usulan Prabowo
Wujud Menambang dengan...
Wujud Menambang dengan Hati, NHM Peduli Konsisten Layani Ratusan Warga melalui Ambulans Gratis
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved