Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Jum'at, 05 Juni 2026 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Lembaga keuangan global Goldman Sachs memperkirakan, persediaan minyak dunia saat ini sedang menipis pada laju yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Kondisi tersebut didorong oleh hilangnya produksi minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang mencapai sekitar 14,5 juta barel per hari.
Harga minyak mentah Brent sendiri sempat melonjak hingga melampaui 126 dolar AS per barel saat ketegangan mencapai puncaknya. Namun, per 30 Mei, harga komoditas acuan global tersebut bergerak turun dan menetap di posisi 92,05 dolar AS per barel akibat spekulasi gencatan senjata dan koreksi pada volume permintaan.
Kendati demikian, Vitol menekankan bahwa risiko paling nyata justru mengancam produk-produk olahan seperti diesel kapal dan bahan bakar jet (avtur). Pada sektor ini, substitusi atau pengalihan sumber pasokan secara teknis sangat kompleks, sehingga potensi kelangkaannya akan jauh lebih sulit untuk dikelola oleh pasar.
Di sisi lain, tekanan terhadap pasokan global kian diperparah oleh penurunan output dari negara produsen utama. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak secara terbuka mengakui adanya penurunan ekstraksi minyak Rusia sejak awal tahun akibat pemeliharaan tak terduga pada sejumlah kilang mereka.
Harga minyak mentah Brent sendiri sempat melonjak hingga melampaui 126 dolar AS per barel saat ketegangan mencapai puncaknya. Namun, per 30 Mei, harga komoditas acuan global tersebut bergerak turun dan menetap di posisi 92,05 dolar AS per barel akibat spekulasi gencatan senjata dan koreksi pada volume permintaan.
Kendati demikian, Vitol menekankan bahwa risiko paling nyata justru mengancam produk-produk olahan seperti diesel kapal dan bahan bakar jet (avtur). Pada sektor ini, substitusi atau pengalihan sumber pasokan secara teknis sangat kompleks, sehingga potensi kelangkaannya akan jauh lebih sulit untuk dikelola oleh pasar.
Di sisi lain, tekanan terhadap pasokan global kian diperparah oleh penurunan output dari negara produsen utama. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak secara terbuka mengakui adanya penurunan ekstraksi minyak Rusia sejak awal tahun akibat pemeliharaan tak terduga pada sejumlah kilang mereka.
Lihat Juga :