Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Senin, 08 Juni 2026 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran
Galon yang sudah buram, banyak goresan, atau tampak aus memang bisa menjadi tanda bahwa kemasan itu sudah terlalu lama digunakan. Namun, risiko tidak selalu terlihat dari luar. Air tetap bisa tampak normal, tidak berwarna, dan tidak berbau. Karena itu, kontrol usia pakai tidak boleh hanya dibebankan kepada konsumen.
Justru karena BPA tidak dapat dilihat, dicium, maupun dirasakan melalui perubahan rasa air, konsumen sering kali tidak menyadari adanya potensi risiko dari galon yang sudah terlalu tua. Kondisi fisik galon yang menua menjadi salah satu indikator bahwa kemasan tersebut telah lama digunakan dan perlu dievaluasi kelayakannya.
Menurut dr. Djaja, produsen sebenarnya punya ruang untuk mengontrol hal tersebut. Sebab, sistem galon guna ulang membuat galon selalu kembali ke pabrik setelah dipakai. Di titik itulah produsen bisa mengecek, memilah, menarik, dan mengganti galon yang sudah lewat masa pakai.
"Sebenarnya itu bisa dikontrol. Setelah dipakai, kan galon kita balikin… itu dibawa ke pabrik lagi kan. Sebenarnya nggak boleh lebih dari setahun… Mestinya sama produsennya ditarik, diganti sama yang baru," ujarnya.
Galon yang sudah buram, banyak goresan, atau tampak aus memang bisa menjadi tanda bahwa kemasan itu sudah terlalu lama digunakan. Namun, risiko tidak selalu terlihat dari luar. Air tetap bisa tampak normal, tidak berwarna, dan tidak berbau. Karena itu, kontrol usia pakai tidak boleh hanya dibebankan kepada konsumen.
Justru karena BPA tidak dapat dilihat, dicium, maupun dirasakan melalui perubahan rasa air, konsumen sering kali tidak menyadari adanya potensi risiko dari galon yang sudah terlalu tua. Kondisi fisik galon yang menua menjadi salah satu indikator bahwa kemasan tersebut telah lama digunakan dan perlu dievaluasi kelayakannya.
Menurut dr. Djaja, produsen sebenarnya punya ruang untuk mengontrol hal tersebut. Sebab, sistem galon guna ulang membuat galon selalu kembali ke pabrik setelah dipakai. Di titik itulah produsen bisa mengecek, memilah, menarik, dan mengganti galon yang sudah lewat masa pakai.
"Sebenarnya itu bisa dikontrol. Setelah dipakai, kan galon kita balikin… itu dibawa ke pabrik lagi kan. Sebenarnya nggak boleh lebih dari setahun… Mestinya sama produsennya ditarik, diganti sama yang baru," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :