RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Senin, 08 Juni 2026 - 18:37 WIB
loading...
RupiahCepat dan PT Bank DBS Indonesia memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) guna memperluas akses pembiayaan digital. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - RupiahCepat dan PT Bank DBS Indonesia memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) guna memperluas akses pembiayaan digital yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Penguatan kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional.
Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, mengatakan peningkatan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat layanan pembiayaan digital sekaligus memperluas jangkauan akses pendanaan bagi masyarakat.
"Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi untuk menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujar Anna dalam keterangan pers, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: AllianzGI dan DBS Kolaborasi Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
Kerja sama yang telah terjalin sejak tahun lalu tersebut membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga pekerja lepas di berbagai daerah. Kolaborasi itu juga diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh akses pendanaan yang lebih luas untuk mendukung pengembangan usaha maupun kebutuhan produktif lainnya.
Head of CBG Ecosystem and Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy, menegaskan kemitraan dengan RupiahCepat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Willy, kolaborasi pendanaan tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pembiayaan yang dapat disalurkan melalui platform RupiahCepat kepada berbagai segmen pengguna.
Dalam implementasinya, kedua perusahaan menerapkan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui pengelolaan risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi sesuai ketentuan regulator. Langkah tersebut sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Baca Juga: Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
RupiahCepat juga memanfaatkan teknologi digital seperti electronic know your customer (e-KYC), sistem penilaian kelayakan kredit (credit scoring), dan teknologi anti-fraud untuk mendukung proses pengajuan hingga pencairan pinjaman secara daring yang cepat dan aman. Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif melalui platform tersebut telah melampaui Rp40 triliun dengan jumlah pengguna lebih dari 7 juta orang di seluruh Indonesia.
Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, mengatakan peningkatan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat layanan pembiayaan digital sekaligus memperluas jangkauan akses pendanaan bagi masyarakat.
"Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi untuk menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujar Anna dalam keterangan pers, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: AllianzGI dan DBS Kolaborasi Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
Kerja sama yang telah terjalin sejak tahun lalu tersebut membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga pekerja lepas di berbagai daerah. Kolaborasi itu juga diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh akses pendanaan yang lebih luas untuk mendukung pengembangan usaha maupun kebutuhan produktif lainnya.
Head of CBG Ecosystem and Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy, menegaskan kemitraan dengan RupiahCepat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Willy, kolaborasi pendanaan tersebut tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pembiayaan yang dapat disalurkan melalui platform RupiahCepat kepada berbagai segmen pengguna.
Dalam implementasinya, kedua perusahaan menerapkan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui pengelolaan risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi sesuai ketentuan regulator. Langkah tersebut sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Baca Juga: Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
RupiahCepat juga memanfaatkan teknologi digital seperti electronic know your customer (e-KYC), sistem penilaian kelayakan kredit (credit scoring), dan teknologi anti-fraud untuk mendukung proses pengajuan hingga pencairan pinjaman secara daring yang cepat dan aman. Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif melalui platform tersebut telah melampaui Rp40 triliun dengan jumlah pengguna lebih dari 7 juta orang di seluruh Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :