Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Kamis, 11 Juni 2026 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Kanada yang kebagian dua kota untuk menggelar pertandingan Piala Dunia 2026 yakni Toronto dan Vancouver ikut terimbas. Di luar AS, Kota Vancouver di Kanada juga melaporkan penurunan tingkat hunian kamar yang serupa.
“Meski punya profil global, FIFA tidak menghasilkan permintaan hotel yang luas seperti yang banyak orang harapkan,” kata Asosiasi Hotel British Columbia bulan lalu.
Meski begitu beberapa pejabat kota dan pemimpin bisnis tidak terlalu khawatir bahwa perlambatan ini akan separah yang diperkirakan sebelumnya. Pejabat Kota New York mengatakan, bahwa mereka berharap pemesanan akan kembali ke tingkatan mendekati normal saat turnamen dimulai.
Bersama-sama, kombinasi tekanan itu membuat permintaan perjalanan untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 menurun, hingga mengancam mengurangi ledakan ekonomi yang diharapkan oleh penyelenggara dan kota-kota tuan rumah.
"Sekarang orang-orang kurang berminat untuk bepergian dan membayar harga tiket yang tinggi. Saya rasa beberapa masalah geopolitik pasti membuat orang lebih berhati-hati untuk bepergian ke AS dan menghabiskan uang di AS," kata Mike Edwards, profesor manajemen olahraga di North Carolina State University, seperti dilansir Al Jazeera.
Beberapa pemain besar di industri perhotelan masih berharap pada event olahraga besar seperti gelaran Piala Dunia FIFA. CEO Airbnb, Brian Chesky terdengar optimistis usai berharap adanya peningkatan pemesanan untuk turnamen ini dibandingkan dengan acara lain dalam hampir 18 tahun sejarah perusahaan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Daftar penginapan dekat stadion di Dallas menjelang pertandingan tanggal 14 Juni dibanderol hampir USD700 untuk menginap dua malam untuk kategori terendah. Sedangkan penginapan di Philadelphia jelang laga 19 Juni dipatok hampir USD300 untuk dua malam pada kategori terendah.
Sementara menjelang final pada 19 Juli di area metropolitan New York City, dekat MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, Airbnb di sekitar sana dipatok lebih dari USD5.600.
“Pemesanan mulai meningkat karena waktu tunggu lebih pendek jika orang datang secara domestik. Maskapai sepertinya berjalan lancar, tapi saya pikir pasar yang bisa dijangkau dengan mobil juga akan sangat besar di sini,” kata Allison O’Connor, wakil presiden komunikasi di Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat.
“Meski punya profil global, FIFA tidak menghasilkan permintaan hotel yang luas seperti yang banyak orang harapkan,” kata Asosiasi Hotel British Columbia bulan lalu.
Meski begitu beberapa pejabat kota dan pemimpin bisnis tidak terlalu khawatir bahwa perlambatan ini akan separah yang diperkirakan sebelumnya. Pejabat Kota New York mengatakan, bahwa mereka berharap pemesanan akan kembali ke tingkatan mendekati normal saat turnamen dimulai.
Bersama-sama, kombinasi tekanan itu membuat permintaan perjalanan untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 menurun, hingga mengancam mengurangi ledakan ekonomi yang diharapkan oleh penyelenggara dan kota-kota tuan rumah.
"Sekarang orang-orang kurang berminat untuk bepergian dan membayar harga tiket yang tinggi. Saya rasa beberapa masalah geopolitik pasti membuat orang lebih berhati-hati untuk bepergian ke AS dan menghabiskan uang di AS," kata Mike Edwards, profesor manajemen olahraga di North Carolina State University, seperti dilansir Al Jazeera.
Beberapa pemain besar di industri perhotelan masih berharap pada event olahraga besar seperti gelaran Piala Dunia FIFA. CEO Airbnb, Brian Chesky terdengar optimistis usai berharap adanya peningkatan pemesanan untuk turnamen ini dibandingkan dengan acara lain dalam hampir 18 tahun sejarah perusahaan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Daftar penginapan dekat stadion di Dallas menjelang pertandingan tanggal 14 Juni dibanderol hampir USD700 untuk menginap dua malam untuk kategori terendah. Sedangkan penginapan di Philadelphia jelang laga 19 Juni dipatok hampir USD300 untuk dua malam pada kategori terendah.
Sementara menjelang final pada 19 Juli di area metropolitan New York City, dekat MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, Airbnb di sekitar sana dipatok lebih dari USD5.600.
“Pemesanan mulai meningkat karena waktu tunggu lebih pendek jika orang datang secara domestik. Maskapai sepertinya berjalan lancar, tapi saya pikir pasar yang bisa dijangkau dengan mobil juga akan sangat besar di sini,” kata Allison O’Connor, wakil presiden komunikasi di Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat.
Harta Tiket Mahal Bikin Dompet Bolong
Tumpuan beralih ke penonton domestik ketika warga lokal AS yang menguasai 70% pemesanan tiket pesawat diharapkan mampu menjadi penyelamat. Namun warga lokal sendiri saat ini sedang tercekik oleh stagnasi lapangan kerja dan inflasi barang pokok, termasuk harga bensin yang melesat ke USD4,16 per galon akibat imbas konflik geopolitik AS-Israel dengan Iran.Lihat Juga :