Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Jum'at, 19 Juni 2026 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi PLN Icon Plus, sustainability merupakan bagian dari cara kami bergerak menatap masa depan. Grab For Business membantu kami melalui akses terhadap armada kendaraan listrik, sekaligus memudahkan pengelolaan mobilitas ribuan karyawan dari Kantor Pusat Jakarta hingga berbagai kantor SBU di seluruh Indonesia untuk membantu kegiatan operasional. Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” ujar Dedi.
Efisiensi tersebut juga tercermin dari potensi penghematan waktu kerja. Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business dapat menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Dengan proses yang lebih otomatis dan data transaksi yang lebih mudah dipantau, perusahaan dapat mengurangi beban administratif sekaligus meningkatkan akurasi pelaporan.
Isu mengenai pertumbuhan yang lebih cerdas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan kesiapan teknologi tersebut juga menjadi pembahasan utama dalamGrab Business Forum 2026. Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, forum ini menghadirkanM. Chatib Basri, ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, serta Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memberikan perspektif mengenai dinamika ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha untuk menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terarah di tengah tantangan global.
Dalam sesi keynote, Chatib Basrimembahas dinamika ekonomi global serta implikasinya terhadap strategi pertumbuhan korporasi. Menurutnya, di tengah kondisi global yang dinamis, perusahaan tidak lagi dapat hanya mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal yang rendah atau ketersediaan tenaga kerja murah.
“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujar Chatib.
Dalam kesempatan yang sama, Stella Christiemenekankan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengimplementasikannya.
Efisiensi tersebut juga tercermin dari potensi penghematan waktu kerja. Berdasarkan riset Forrester, otomatisasi proses expense claims melalui Grab For Business dapat menghemat lebih dari 11.500 jam kerja per tahun. Dengan proses yang lebih otomatis dan data transaksi yang lebih mudah dipantau, perusahaan dapat mengurangi beban administratif sekaligus meningkatkan akurasi pelaporan.
Isu mengenai pertumbuhan yang lebih cerdas, kecepatan eksekusi, produktivitas, dan kesiapan teknologi tersebut juga menjadi pembahasan utama dalamGrab Business Forum 2026. Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, forum ini menghadirkanM. Chatib Basri, ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014, serta Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memberikan perspektif mengenai dinamika ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha untuk menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terarah di tengah tantangan global.
Dalam sesi keynote, Chatib Basrimembahas dinamika ekonomi global serta implikasinya terhadap strategi pertumbuhan korporasi. Menurutnya, di tengah kondisi global yang dinamis, perusahaan tidak lagi dapat hanya mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal yang rendah atau ketersediaan tenaga kerja murah.
“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujar Chatib.
Dalam kesempatan yang sama, Stella Christiemenekankan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengimplementasikannya.
Lihat Juga :