Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Senin, 29 Juni 2026 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
"Di daerah barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu USD20 sampai dengan USD23 per MM. Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," kata Bahlil.
Atas dasar arahan Presiden, Bahlil berkata, pihaknya menurunkan harga gas industri. Hal ini didasari untuk menjaga kestabilan industri dan lapangan pekerjaan.
"Maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar US$15 sampai US$16 dolar per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah lapor Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MM. Jadi dari USD20 sampai USD23 dolar per MM sekarang diturunkan menjadi USD13," terang Bahlil.
Merespons itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik keputusan Pemerintah. Baginya, keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan serikat pekerja.
"Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK," pungkas Bahlil.
Atas dasar arahan Presiden, Bahlil berkata, pihaknya menurunkan harga gas industri. Hal ini didasari untuk menjaga kestabilan industri dan lapangan pekerjaan.
"Maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar US$15 sampai US$16 dolar per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah lapor Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MM. Jadi dari USD20 sampai USD23 dolar per MM sekarang diturunkan menjadi USD13," terang Bahlil.
Merespons itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik keputusan Pemerintah. Baginya, keputusan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan serikat pekerja.
"Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas yang naik, gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK," pungkas Bahlil.
(akr)
Lihat Juga :