TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Kamis, 02 Juli 2026 - 22:17 WIB
loading...
TAP Untuk Negeri menjalankan pelatihan bagi petani sawit untuk meningkatkan kapasitas budidaya dan hasil produksi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai membutuhkan penguatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat guna menjaga pasokan bahan baku minyak sawit secara berkelanjutan. Sejalan dengan itu, PT Trieka Agro Nusantara (TAN) melalui program TAP Untuk Negeri menjalankan pelatihan bagi petani sawit untuk meningkatkan kapasitas budidaya dan hasil produksi.
“Dengan mengikuti pelatihan, kami berharap petani dapat meningkatkan keterampilan serta hasil produksi sawit,” kata Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Jayan Wahyudi dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Program tersebut diwujudkan melalui Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA), yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan petani sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui pelatihan teori, praktik lapangan, dan pendampingan budidaya berkelanjutan.
Pelatihan PERKASA mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan, perawatan tanaman, pengendalian gulma, hingga pengelolaan kebun yang lebih efisien agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.
Selain pelatihan langsung, peserta juga memperoleh layanan konsultasi agronomi berbasis WhatsApp yang memungkinkan petani berkonsultasi mengenai persoalan budidaya di lapangan. Pendampingan tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran tetap berjalan setelah pelatihan selesai.
Salah satu peserta pelatihan, Wardino (45), mengaku mulai merasakan peningkatan hasil panen dan pemahaman dalam mengelola kebun setelah mengikuti program PERKASA. Menurut dia, pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai praktik budidaya sawit yang lebih tepat.
Baca Juga: GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, lebih dari 40% luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola petani rakyat. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan bibit unggul, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi B50.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi “Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024” juga menunjukkan kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan strategis nasional. Melalui program PERKASA, TAP Untuk Negeri menegaskan komitmennya mendukung penguatan produktivitas petani sawit sekaligus mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Dengan mengikuti pelatihan, kami berharap petani dapat meningkatkan keterampilan serta hasil produksi sawit,” kata Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Jayan Wahyudi dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Program tersebut diwujudkan melalui Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA), yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan petani sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui pelatihan teori, praktik lapangan, dan pendampingan budidaya berkelanjutan.
Pelatihan PERKASA mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan, perawatan tanaman, pengendalian gulma, hingga pengelolaan kebun yang lebih efisien agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.
Selain pelatihan langsung, peserta juga memperoleh layanan konsultasi agronomi berbasis WhatsApp yang memungkinkan petani berkonsultasi mengenai persoalan budidaya di lapangan. Pendampingan tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran tetap berjalan setelah pelatihan selesai.
Salah satu peserta pelatihan, Wardino (45), mengaku mulai merasakan peningkatan hasil panen dan pemahaman dalam mengelola kebun setelah mengikuti program PERKASA. Menurut dia, pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru mengenai praktik budidaya sawit yang lebih tepat.
Baca Juga: GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, lebih dari 40% luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola petani rakyat. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan bibit unggul, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi B50.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi “Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024” juga menunjukkan kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan strategis nasional. Melalui program PERKASA, TAP Untuk Negeri menegaskan komitmennya mendukung penguatan produktivitas petani sawit sekaligus mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :