Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Kamis, 02 Juli 2026 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun di balik meja perundingan Swiss dan Qatar, Iran secara radikal menuntut perubahan aturan main global. Iran bersikeras berhak mendikte secara mutlak rute koridor kapal tanker.
Setelah masa transisi 60 hari habis, Iran berencana memungut biaya tol laut (passage fees) terhadap setiap kapal tanker yang lewat. Langkah sepihak ini merombak total hukum maritim internasional yang sudah berlaku selama puluhan tahun.
AS dan negara-negara Arab sekutunya di Teluk secara tegas menolak membayar upeti tersebut. Bahkan, upaya Kesultanan Oman dan badan PBB untuk membuka rute alternatif darurat di luar teritorial Iran sempat memicu rentetan serangan misterius akhir pekan lalu. Hal ini membuktikan betapa rapuhnya keamanan logistik minyak dunia saat ini.
Meskipun situasi di lapangan memanas, pihak mediator dari Pakistan, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Tahir Andrabi, menyatakan bahwa negosiasi diplomatik di Qatar sebenarnya menunjukkan "kemajuan positif."
Setelah masa transisi 60 hari habis, Iran berencana memungut biaya tol laut (passage fees) terhadap setiap kapal tanker yang lewat. Langkah sepihak ini merombak total hukum maritim internasional yang sudah berlaku selama puluhan tahun.
AS dan negara-negara Arab sekutunya di Teluk secara tegas menolak membayar upeti tersebut. Bahkan, upaya Kesultanan Oman dan badan PBB untuk membuka rute alternatif darurat di luar teritorial Iran sempat memicu rentetan serangan misterius akhir pekan lalu. Hal ini membuktikan betapa rapuhnya keamanan logistik minyak dunia saat ini.
Meskipun situasi di lapangan memanas, pihak mediator dari Pakistan, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Tahir Andrabi, menyatakan bahwa negosiasi diplomatik di Qatar sebenarnya menunjukkan "kemajuan positif."
(akr)
Lihat Juga :