Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Selasa, 07 Juli 2026 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia memang memiliki cadangan batu bara yang sangat besar. Namun, sebagian besar produksinya merupakan batu bara termal dengan kalori rendah hingga menengah yang lebih cocok digunakan untuk pembangkit listrik maupun industri semen.
Sementara itu, industri baja membutuhkan batu bara metalurgi dengan kualitas tinggi, terutama yang memiliki kemampuan membentuk kokas kuat, kadar abu rendah, serta kandungan sulfur yang kecil. Karakteristik tersebut belum tersedia dalam jumlah memadai dari produksi domestik.
Cadangan batu bara metalurgi memang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Namun, keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik membuat pasokan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara efisien.
Dalam sejumlah kasus, biaya mendatangkan batu bara metalurgi dari Amerika Serikat melalui jalur pelayaran internasional justru lebih kompetitif dibandingkan mengangkutnya dari lokasi tambang di dalam negeri menuju pusat industri.
Peningkatan impor batu bara juga terjadi setelah Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen meningkatkan pembelian berbagai produk energi dari AS.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Sementara itu, industri baja membutuhkan batu bara metalurgi dengan kualitas tinggi, terutama yang memiliki kemampuan membentuk kokas kuat, kadar abu rendah, serta kandungan sulfur yang kecil. Karakteristik tersebut belum tersedia dalam jumlah memadai dari produksi domestik.
Cadangan batu bara metalurgi memang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Namun, keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik membuat pasokan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara efisien.
Dalam sejumlah kasus, biaya mendatangkan batu bara metalurgi dari Amerika Serikat melalui jalur pelayaran internasional justru lebih kompetitif dibandingkan mengangkutnya dari lokasi tambang di dalam negeri menuju pusat industri.
Peningkatan impor batu bara juga terjadi setelah Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat kerja sama perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen meningkatkan pembelian berbagai produk energi dari AS.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Lihat Juga :