Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Rabu, 08 Juli 2026 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara dari sisi rantai pasok, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan, SAF adalah bahan bakar pesawat yang diolah dari bahan baku nabati, dan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO).
Saat ini perseroan tengah memperluas kilang biorefinery Cilacap untuk memproduksi SAF dan hydrotreated vegetable oil (HVO) dari minyak goreng bekas dan bahan baku berbasis limbah berkelanjutan lainnya. Fasilitas ini beroperasi dengan kapasitas hingga 3.000 - 6.000 barel per hari dan mendukung target transisi energi menuju Net Zero Emission.
"Meningkatkan skala SAF memerlukan pengembangan bahan baku, teknologi canggih, sertifikasi, integrasi rantai pasok, partisipasi maskapai penerbangan, regulasi yang mendukung, investasi, dan kemitraan yang terpercaya. Itulah mengapa kemitraan kami dengan Boeing sangatlah penting," kata Simon dalam sambutannya.
Saat ini perseroan tengah memperluas kilang biorefinery Cilacap untuk memproduksi SAF dan hydrotreated vegetable oil (HVO) dari minyak goreng bekas dan bahan baku berbasis limbah berkelanjutan lainnya. Fasilitas ini beroperasi dengan kapasitas hingga 3.000 - 6.000 barel per hari dan mendukung target transisi energi menuju Net Zero Emission.
"Meningkatkan skala SAF memerlukan pengembangan bahan baku, teknologi canggih, sertifikasi, integrasi rantai pasok, partisipasi maskapai penerbangan, regulasi yang mendukung, investasi, dan kemitraan yang terpercaya. Itulah mengapa kemitraan kami dengan Boeing sangatlah penting," kata Simon dalam sambutannya.
(akr)
Lihat Juga :