Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Selasa, 14 Juli 2026 - 12:00 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan diplomasi fiskal yang dilakukan pemerintah bersama DPR RI kepada lembaga pemeringkat S&P Global Ratings dan investor global di Amerika Serikat (AS) pada April 2026 turut memperkuat keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Upaya tersebut berbuah dengan dipertahankannya peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
"Beberapa bulan lalu, pada April, kami bersama anggota DPR, Ibu Sari Yuliati, Pak Misbakhun, dan Pak Hekal bertemu investor dan S&P untuk menjelaskan bahwa Indonesia tidak sama dengan negara lain," kata Purbaya saat rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Purbaya menjelaskan, pertemuan yang digelar di sela IMF Spring Meetings itu dimanfaatkan pemerintah dan perwakilan parlemen untuk meyakinkan S&P serta investor internasional bahwa pengelolaan fiskal Indonesia tetap dijalankan secara hati-hati, disiplin, dan berlandaskan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurut dia, sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, S&P menilai pemerintah dan parlemen memiliki visi yang sejalan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. "Parlemen dan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik sehingga mereka melihat kebijakan kita utuh dan benar-benar bertujuan memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada," ujarnya.
Baca Juga: S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Menurut Purbaya, komunikasi langsung dengan S&P dan investor berhasil mengikis keraguan terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. "Dengan kerja sama tadi, ketika kita ke Amerika Serikat, lembaga pemeringkat menjadi yakin bahwa kita memang bergerak ke arah yang benar," katanya.
S&P Global Ratings dalam publikasi resminya yang dirilis pada 13 Juli 2026 menegaskan kembali peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek (outlook) tetap stabil. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal di tengah dinamika global.
Dalam laporannya, S&P menilai pelemahan pada sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia saat ini bersifat sementara. Lembaga tersebut memperkirakan kondisi fiskal dan sektor eksternal Indonesia akan kembali menguat dalam beberapa tahun mendatang, didukung oleh membaiknya harga komoditas ekspor dan peningkatan penerimaan negara.
S&P juga menilai kebijakan pemerintah untuk memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam berpotensi mendukung penguatan fiskal dalam jangka menengah. Prospek tersebut dinilai akan semakin baik apabila kebijakan yang diterapkan konsisten, lebih dapat diprediksi, dan dieksekusi secara efektif.
"Beberapa bulan lalu, pada April, kami bersama anggota DPR, Ibu Sari Yuliati, Pak Misbakhun, dan Pak Hekal bertemu investor dan S&P untuk menjelaskan bahwa Indonesia tidak sama dengan negara lain," kata Purbaya saat rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Purbaya menjelaskan, pertemuan yang digelar di sela IMF Spring Meetings itu dimanfaatkan pemerintah dan perwakilan parlemen untuk meyakinkan S&P serta investor internasional bahwa pengelolaan fiskal Indonesia tetap dijalankan secara hati-hati, disiplin, dan berlandaskan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurut dia, sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, S&P menilai pemerintah dan parlemen memiliki visi yang sejalan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. "Parlemen dan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik sehingga mereka melihat kebijakan kita utuh dan benar-benar bertujuan memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada," ujarnya.
Baca Juga: S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Menurut Purbaya, komunikasi langsung dengan S&P dan investor berhasil mengikis keraguan terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. "Dengan kerja sama tadi, ketika kita ke Amerika Serikat, lembaga pemeringkat menjadi yakin bahwa kita memang bergerak ke arah yang benar," katanya.
S&P Global Ratings dalam publikasi resminya yang dirilis pada 13 Juli 2026 menegaskan kembali peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek (outlook) tetap stabil. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal di tengah dinamika global.
Dalam laporannya, S&P menilai pelemahan pada sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia saat ini bersifat sementara. Lembaga tersebut memperkirakan kondisi fiskal dan sektor eksternal Indonesia akan kembali menguat dalam beberapa tahun mendatang, didukung oleh membaiknya harga komoditas ekspor dan peningkatan penerimaan negara.
S&P juga menilai kebijakan pemerintah untuk memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam berpotensi mendukung penguatan fiskal dalam jangka menengah. Prospek tersebut dinilai akan semakin baik apabila kebijakan yang diterapkan konsisten, lebih dapat diprediksi, dan dieksekusi secara efektif.
(nng)
Lihat Juga :