Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Selasa, 14 Juli 2026 - 14:35 WIB
loading...
PT Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di empat provinsi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Nindya Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di empat provinsi yang siap digunakan menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Fasilitas pendidikan tersebut mulai dimanfaatkan seiring dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang merata.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo seperti dikutip pada Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: 46.000 Siswa Tahun Ini Ditampung di Sekolah Rakyat
Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan PT Nindya Karya terhadap program strategis nasional di bidang pendidikan. Sebanyak 20 Sekolah Rakyat yang dibangun perusahaan tersebar di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku, termasuk di sejumlah wilayah yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Proyek itu mencakup pembangunan kawasan pendidikan yang terdiri atas gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, serta gedung serbaguna. Seluruh fasilitas dirancang agar siap dimanfaatkan sejak dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Selain ruang belajar, kawasan pendidikan juga dilengkapi ruang terbuka hijau dan berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan sepak bola berstandar FIFA di beberapa lokasi, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, serta taman edukasi. Infrastruktur tersebut didukung sistem pengelolaan lingkungan untuk menciptakan kawasan pendidikan yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan dimulainya MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang diamanahkan pemerintah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa," kata Firmansyah.
Baca Juga: 1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Menurut dia, sebagai BUMN konstruksi, Nindya Karya memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan penyelesaian tepat waktu sehingga seluruh fasilitas siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
Perusahaan menilai keberhasilan penyelesaian Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, pemerintah diharapkan semakin memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo seperti dikutip pada Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: 46.000 Siswa Tahun Ini Ditampung di Sekolah Rakyat
Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan PT Nindya Karya terhadap program strategis nasional di bidang pendidikan. Sebanyak 20 Sekolah Rakyat yang dibangun perusahaan tersebar di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku, termasuk di sejumlah wilayah yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Proyek itu mencakup pembangunan kawasan pendidikan yang terdiri atas gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, serta gedung serbaguna. Seluruh fasilitas dirancang agar siap dimanfaatkan sejak dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Selain ruang belajar, kawasan pendidikan juga dilengkapi ruang terbuka hijau dan berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan sepak bola berstandar FIFA di beberapa lokasi, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, serta taman edukasi. Infrastruktur tersebut didukung sistem pengelolaan lingkungan untuk menciptakan kawasan pendidikan yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan dimulainya MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang diamanahkan pemerintah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa," kata Firmansyah.
Baca Juga: 1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Menurut dia, sebagai BUMN konstruksi, Nindya Karya memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan penyelesaian tepat waktu sehingga seluruh fasilitas siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
Perusahaan menilai keberhasilan penyelesaian Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, pemerintah diharapkan semakin memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :