AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:13 WIB
loading...
AS-Iran Saling Gempur,...
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan. FOTO/EPA
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Eskalasi konflik tersebut juga memperkecil peluang tercapainya kembali gencatan senjata yang sempat disepakati kedua negara pada bulan lalu.

"Serangan-serangan ini merupakan pertanda buruk bahwa situasi bisa menjadi lebih parah. Tidak ada pihak yang menginginkan eskalasi, tetapi keduanya kini terjebak dalam siklus saling menyerang yang semakin berbahaya, terutama terhadap infrastruktur vital," kata Profesor Ilmu Politik Georgetown University Qatar, Mehran Kamrava, dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya 1 Hilang

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/Centcom) menyatakan serangan udara terbaru dimulai pada Jumat waktu setempat dengan sasaran melemahkan kemampuan militer Iran. Sebelumnya, Centcom juga mengklaim telah menghancurkan menara pengawas di Pelabuhan Chabahar yang disebut digunakan Iran untuk memantau dan menargetkan kapal-kapal komersial di Teluk Oman.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS turut menyasar enam jembatan utama, wilayah Bushehr yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, Provinsi Lorestan, serta kembali menyerang kapal tanker kosong yang bersandar di Pulau Kharg setelah sebelumnya menjadi sasaran beberapa hari lalu.


Ketegangan geopolitik tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak sekitar 4,6% dan ditutup di kisaran USD88 per barel, sekaligus mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April. Penguatan harga juga dipicu laporan Axios yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump mengirim tambahan pesawat pengisian bahan bakar ke Israel sebagai sinyal kemungkinan perluasan operasi militer AS.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, Qatar, Oman, hingga Arab Saudi. Media Iran juga melaporkan peluncuran rudal balistik ke pangkalan militer AS di Arab Saudi, sementara serangan di Yordania menyebabkan sejumlah personel militer AS mengalami luka-luka.

Di Kuwait, pemerintah melaporkan fasilitas desalinasi air dan pembangkit listrik mengalami kerusakan akibat serangan sehingga mengganggu sejumlah unit pembangkit. Sementara itu, Iran tetap mempertahankan kebijakan yang mewajibkan kapal memperoleh izin sebelum melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel

Presiden AS Donald Trump menilai operasi militer terhadap Iran berjalan sesuai rencana. Dalam pidatonya, Trump menyatakan AS sedang "meraih kemenangan besar di Iran" dan hasil operasi tersebut akan segera terlihat dalam waktu dekat.

Perkembangan terbaru itu meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa kesepakatan gencatan senjata yang diharapkan dapat memulihkan pelayaran di Selat Hormuz dan membuka jalan bagi perundingan damai semakin sulit diwujudkan. China dan Pakistan pun mendesak kedua negara segera menghentikan aksi militer dan kembali menempuh jalur diplomasi.

Analis Bloomberg Economics Becca Wasser dan Dina Esfandiary menilai AS dan Iran kini terjebak dalam spiral eskalasi yang sulit dihentikan. Menurut mereka, meski konflik telah menimbulkan kerugian besar bagi Teheran, pengaruh Iran atas Selat Hormuz tetap menjadi aset strategis sehingga berpotensi memperpanjang konflik dan mempertahankan tekanan terhadap pasar energi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Rekomendasi
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Berita Terkini
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved