Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:00 WIB
loading...
Inflasi AS Turun Jadi...
Penurunan laju inflasi AS memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global termasuk kripto. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Penurunan laju inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi 3,5% secara tahunan pada Juni 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk aset kripto. Seiring rilis data tersebut, harga Bitcoin (BTC) bergerak ke kisaran USD64.600, sementara Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar USD1.900.

"Data inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons oleh berbagai kelas aset, termasuk kripto. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi," kata CEO Indodax William Sutanto seperti dikutip pada Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM

Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan Consumer Price Index (CPI) pada Juni turun 0,4% secara bulanan, lebih dalam dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan 0,2%. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak April 2020 dan terutama dipengaruhi melemahnya harga energi, sehingga memunculkan harapan terhadap arah kebijakan moneter yang lebih stabil.



William mengatakan, selain dipengaruhi data inflasi, perhatian pelaku pasar juga mulai tertuju pada Ethereum menjelang ETH Genesis Day yang diperingati setiap 30 Juli. Momen tersebut menjadi pengingat perjalanan Ethereum sejak diluncurkan pada 2015 sekaligus perkembangan ekosistem blockchain yang terus berkembang.

Menurut dia, Ethereum kini menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di industri aset digital, mulai dari smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA). Momentum tersebut dinilai berpotensi meningkatkan perhatian komunitas kripto global terhadap perkembangan jaringan Ethereum.

Meski demikian, William mengingatkan investor agar tidak hanya mengandalkan sentimen jangka pendek dalam mengambil keputusan investasi. Ia menilai pergerakan aset kripto masih dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kebijakan moneter Amerika Serikat, kondisi likuiditas global, hingga perkembangan geopolitik.

Baca Juga: Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi

Sebagai salah satu bursa aset kripto di Indonesia, Indodax menyatakan terus memperkuat edukasi kepada investor melalui pengenalan strategi investasi jangka panjang, seperti Dollar Cost Averaging (DCA), serta mendorong penerapan prinsip Do Your Own Research (DYOR) sebelum berinvestasi.

William menegaskan bahwa literasi dan manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi volatilitas pasar aset digital. Dengan memahami fundamental dan perkembangan ekonomi global, investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan sesuai profil risikonya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Upbit Indonesia: Peluang...
Upbit Indonesia: Peluang Karier di Industri Kripto Tak Terbatas untuk Developer
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Rekomendasi
Mengapa Penderita Diabetes...
Mengapa Penderita Diabetes Berisiko Alami Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasan Dokter!
Juara Piala Dunia 2026,...
Juara Piala Dunia 2026, Mengapa Spanyol Dibayar Lebih Murah dari Chelsea?
Prabowo Pimpin Sidang...
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Berita Terkini
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
Amway Indonesia Perkuat...
Amway Indonesia Perkuat Komitmen Mendukung Keluarga Hidup Lebih Sehat dan Sejahtera
Pegadaian Dorong Green...
Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Program Becak Kayuh Listrik
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved