Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Senin, 20 Juli 2026 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Hanya saja Sartono mengingatkan, bahwa Blok Masela merupakan merupakan proyek LNG kelas dunia yang menuntut standar ESG dan daya saing komersial tinggi. Dalam kondisi demikian, lanjut dia, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memastikan proyek tetap kompetitif di pasar LNG global.
“Karena itu, penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi kunci,” tegas Sartono.
Sartono menambahkan, dengan potensi cadangan gas mencapai 18,54 TCF dan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun, Blok Masela diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian Timur.
“Kita tentu bangga. Namun, kebanggaan itu harus dibuktikan melalui manfaat nyata bagi rakyat, yaitu pasokan gas untuk industri dan kelistrikan dalam negeri. Bukan hanya keberhasilan membangun proyek atau meningkatkan ekspor LNG,” ujarnya.
Terpisah, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha juga menilai positif keterlibatan Pertamina melalui PHE dalam pengelolaan Blok Masela.
Selain berpotensi meningkatkan produksi migas nasional, lanjut dia, kebaradaan PHE di blok tersebut juga membuat Indonesia sangat diuntungkan karena mendapat double split atau pembagian produksi ganda. Pertama dari bagian untuk negara dan kedua dari PHE. “Jadi positif banget ini,” jelas Satya.
Karena itu Satya berharap, proyek ini bisa berjalan lancar. Terlebih, sebelum groundbreaking dilakukan, proyek sempat lama tertunda hingga 27 tahun. “Ya, kita doakan lancar. Karena kan sudah terlambat lama,” ucapnya.
Hanya saja Sartono mengingatkan, bahwa Blok Masela merupakan merupakan proyek LNG kelas dunia yang menuntut standar ESG dan daya saing komersial tinggi. Dalam kondisi demikian, lanjut dia, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memastikan proyek tetap kompetitif di pasar LNG global.
“Karena itu, penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi kunci,” tegas Sartono.
Sartono menambahkan, dengan potensi cadangan gas mencapai 18,54 TCF dan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun, Blok Masela diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian Timur.
“Kita tentu bangga. Namun, kebanggaan itu harus dibuktikan melalui manfaat nyata bagi rakyat, yaitu pasokan gas untuk industri dan kelistrikan dalam negeri. Bukan hanya keberhasilan membangun proyek atau meningkatkan ekspor LNG,” ujarnya.
Terpisah, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha juga menilai positif keterlibatan Pertamina melalui PHE dalam pengelolaan Blok Masela.
Selain berpotensi meningkatkan produksi migas nasional, lanjut dia, kebaradaan PHE di blok tersebut juga membuat Indonesia sangat diuntungkan karena mendapat double split atau pembagian produksi ganda. Pertama dari bagian untuk negara dan kedua dari PHE. “Jadi positif banget ini,” jelas Satya.
Karena itu Satya berharap, proyek ini bisa berjalan lancar. Terlebih, sebelum groundbreaking dilakukan, proyek sempat lama tertunda hingga 27 tahun. “Ya, kita doakan lancar. Karena kan sudah terlambat lama,” ucapnya.
Lihat Juga :