Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Rabu, 22 Juli 2026 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian besar pasokan obat generik tersebut selama ini diimpor dari negara manufaktur farmasi berbiaya rendah seperti India dan China. Trump selama ini menekan industri farmasi melalui kebijakan most-favored-nation (MFN) drug pricing, yang bertujuan menurunkan harga obat di AS agar setara dengan harga yang dibayarkan masyarakat di negara-negara maju lainnya.
Kebijakan ini melanjutkan langkah agresif yang telah diambil pada April lalu, di mana Trump menandatangani Keputusan Presiden (Executive Order) yang mengenakan tarif 100% pada obat bermerek impor, kecuali jika produsen menyetujui kesepakatan harga obat pemerintah atau berkomitmen memproduksi produk mereka secara lokal di AS.
Sejauh ini, sejumlah raksasa farmasi terbesar dunia telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah AS tahun lalu, yang membebaskan obat-obatan senilai miliaran dolar dari jangkauan tarif.
Pilihan pertama yakni, membangun pabrik manufaktur di tanah AS dengan biaya operasional (OPEX) yang sangat tinggi sebelum Agustus 2028. Pilihan 2, tetap memproduksi dari luar AS, namun harus menanggung beban tarif 200% yang berpotensi mematikan daya saing harga obat mereka di pasar Amerika.
Mampukah ultimatum dua tahun ini memaksa industri farmasi memindahkan pabriknya ke Amerika, atau justru berisiko memicu kelangkaan obat generik di masa depan?.
Bagaimana Nasib Obat Paten dan Bermerek?
Berbeda dengan obat generik, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif untuk obat paten, obat bermerek (branded), maupun obat inovatif tidak mengalami perubahan.Kebijakan ini melanjutkan langkah agresif yang telah diambil pada April lalu, di mana Trump menandatangani Keputusan Presiden (Executive Order) yang mengenakan tarif 100% pada obat bermerek impor, kecuali jika produsen menyetujui kesepakatan harga obat pemerintah atau berkomitmen memproduksi produk mereka secara lokal di AS.
Sejauh ini, sejumlah raksasa farmasi terbesar dunia telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah AS tahun lalu, yang membebaskan obat-obatan senilai miliaran dolar dari jangkauan tarif.
Dampak Besar Bagi Industri Farmasi Global
Langkah Trump yang memanfaatkan kebijakan Most-Favored-Nation (MFN) terus menekan produsen obat global untuk menurunkan harga sebanding dengan yang dibayar konsumen di negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya. Bagi produsen obat generik internasional -termasuk dari Asia- kebijakan ini memberikan dilema investasi yang masif.Pilihan pertama yakni, membangun pabrik manufaktur di tanah AS dengan biaya operasional (OPEX) yang sangat tinggi sebelum Agustus 2028. Pilihan 2, tetap memproduksi dari luar AS, namun harus menanggung beban tarif 200% yang berpotensi mematikan daya saing harga obat mereka di pasar Amerika.
Mampukah ultimatum dua tahun ini memaksa industri farmasi memindahkan pabriknya ke Amerika, atau justru berisiko memicu kelangkaan obat generik di masa depan?.
(akr)
Lihat Juga :