Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
Senin, 27 Juli 2026 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
“Right issue ini kami posisikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat mendukung arah bisnis di masa depan. Penguatan modal ini turut membuka peluang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, guna membangun ekosistem pembayaran yang lebih komprehensif,” ujar manajemen cashUP.
Baca Juga: Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Target ini juga sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional cashUP, dimana volume transaksi Perseroan melonjak dari 1,5 juta pada 2024 menjadi 2,1 juta pada 2025 (tumbuh 41,6% YoY). Sementara, nilai transaksi juga naik dari Rp0,9 triliun menjadi 1,6 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 77,8% (YoY).
Tren QRIS Tap dan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang mulai merambah transportasi publik, area parkir, hingga ritel turut membuka ruang baru bagi produk seperti cashSoftPOS, solusi tap-to-phone yang dikembangkan cashUP.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD sudah berlangsung hingga 20 Juli 2026, dengan harga pelaksanaan Rp238 per saham pada rasio 168:117. Berdasarkan hasil pelaksanaan, sebanyak 246.819.118 saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain diserap oleh dua pemegang saham utama Perseroan, Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, selaku pembeli siaga, dengan nilai realisasi sekitar Rp58,74 miliar.
Bertepatan dengan Pertumbuhan Industri QRIS
Perubahan yang sedang dilakukan Perseroan juga tak lepas dari momentum industri yang sedang menanjak. Bank Indonesia menargetkan 60 juta penduduk Indonesia menjadi pengguna aktif QRIS pada 2026.Baca Juga: Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Target ini juga sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional cashUP, dimana volume transaksi Perseroan melonjak dari 1,5 juta pada 2024 menjadi 2,1 juta pada 2025 (tumbuh 41,6% YoY). Sementara, nilai transaksi juga naik dari Rp0,9 triliun menjadi 1,6 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 77,8% (YoY).
Tren QRIS Tap dan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang mulai merambah transportasi publik, area parkir, hingga ritel turut membuka ruang baru bagi produk seperti cashSoftPOS, solusi tap-to-phone yang dikembangkan cashUP.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD sudah berlangsung hingga 20 Juli 2026, dengan harga pelaksanaan Rp238 per saham pada rasio 168:117. Berdasarkan hasil pelaksanaan, sebanyak 246.819.118 saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain diserap oleh dua pemegang saham utama Perseroan, Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, selaku pembeli siaga, dengan nilai realisasi sekitar Rp58,74 miliar.
(akr)
Lihat Juga :