COTTON DAY 2020 Dorong Transformasi Industri Tekstil Saat Pandemi
Kamis, 24 September 2020 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Ditambahkan, saat ini, berbagai perusahaan di seluruh dunia mencari cara untuk meneruskan program keberlanjutan mereka selama pandemi berfokus untuk terus berusaha bertahan dengan peningkatan bantuan dari kemitraan luar (62%) sampai mereka mampu berinvestasi kembali dalam inovasi baru yang besar.
“Lebih dari 62% responden survey yang disampaikan para pemimpin perusahaan garmen global menyampaikan bahwa program keberlanjutan produk menjadi fokus utama saat ini. Selain itu, 59% responden juga menyampaikan bahwa mereka melakukan transparansi dalam produksi produk yang ramah lingkungan,” jelas Reichle.
(Baca Juga: Aje Gile, Tekstil Bodong Asal China Bikin Tekor Negara Rp7 Triliun )
Sementara itu, NCC President Gary Adams mengatakan bahwa berdasarkan data independen yang diterbitkan oleh aliansi keberlanjutan yang dikenal sebagai field to market, NCC memiliki rekam jejak 35 tahun dalam mengurangi dampak lingkungan dalam produksi kapas AS.
“Peningkatan efisiensi penggunaan lahan sebesar 31%, pengurangan kehilangan tanah sebesar 44%, penurunan efisiensi air sebesar 82%, energi sebesar 38%, dan emisi gas rumah kaca sebesar 30%. Jadi, ada rekam jejak di mana kami berada ' Kami pernah, tapi kami tahu, sebagai industri, itu tidak cukup," tandasnya.
“Lebih dari 62% responden survey yang disampaikan para pemimpin perusahaan garmen global menyampaikan bahwa program keberlanjutan produk menjadi fokus utama saat ini. Selain itu, 59% responden juga menyampaikan bahwa mereka melakukan transparansi dalam produksi produk yang ramah lingkungan,” jelas Reichle.
(Baca Juga: Aje Gile, Tekstil Bodong Asal China Bikin Tekor Negara Rp7 Triliun )
Sementara itu, NCC President Gary Adams mengatakan bahwa berdasarkan data independen yang diterbitkan oleh aliansi keberlanjutan yang dikenal sebagai field to market, NCC memiliki rekam jejak 35 tahun dalam mengurangi dampak lingkungan dalam produksi kapas AS.
“Peningkatan efisiensi penggunaan lahan sebesar 31%, pengurangan kehilangan tanah sebesar 44%, penurunan efisiensi air sebesar 82%, energi sebesar 38%, dan emisi gas rumah kaca sebesar 30%. Jadi, ada rekam jejak di mana kami berada ' Kami pernah, tapi kami tahu, sebagai industri, itu tidak cukup," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :