Masih Ada Ruang Penyaluran Kredit

Jum'at, 25 September 2020 - 09:01 WIB
loading...
Masih Ada Ruang Penyaluran...
Kinerja perbankan memang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit karena permintaannya jauh berkurang di masa pandemi. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Kinerja perbankan memang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit karena permintaannya jauh berkurang di masa pandemi. Namun pertumbuhan kredit yang melambat tidak membuat kondisi perbankan melemah. Pasalnya berbagai stimulus yang diluncurkan pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga kondisi likuiditas dan kualitas aset perbankan.

Menurut Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, pertumbuhan DPK yang tinggi membuat kondisi likuiditas akan relatif melimpah pada tahun ini. Sementara itu rasio kredit macet (NPL) memang akan mengalami peningkatan antara 3,5–4%, tetapi peningkatan ini dapat diredam karena stimulus pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Baca: Siapa yang Berhak Memandikan Jenazah Perempuan?)

Pertumbuhan kredit diperkirakan hanya mencapai 1,5% bila dibandingkan dengan tahun lalu, sementara DPK dapat tumbuh sebesar 8,3% seiring makin banyaknya penabung dengan nominal besar,” kata Andry dalam media gathering Economic Outlook Kuartal III/2020 di Jakarta kemarin.

Selanjutnya kinerja beberapa industri akan mengalami perbaikan pada kuartal III bila dibandingkan dengan kuartal II. Karena kondisi di kuartal II yang merupakan titik terendah akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang cukup ketat.

“Pada kuartal III ini, khususnya bulan Juli dan Agustus, berbagai indikator telah menunjukkan perbaikan kegiatan ekonomi bila dibandingkan dengan bulan April dan Mei 2020,” ucapnya.

Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 akan terkontraksi akibat Covid-19. Sebab pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya juga melambat. Pada kuartal I, ekonomi hanya mencapai level 2,97% setelah muncul kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Ekonomi kian terkontraksi pada kuartal II dengan minus 5,32%.

Nah, memasuki kuartal III/2020, kondisi ekonomi sedikit membaik seiring dengan adanya relaksasi PSBB. Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III diperkirakan masih akan berada pada teritori negatif, tetapi dengan arah membaik bila dibandingkan dengan kuartal II. (Baca juga: Zulkifkli Hasan Tunjuk Pasha Ungu Jadi Ketua DPP PAN)

Andry mengatakan, jika mengalami resesi, Indonesia tidak akan sedalam India dan Malaysia. Tak sedalam juga seperti negara-negara maju di kawasan Eropa dan Amerika. Untuk itu pertumbuhan ekonomi nasional pada sepanjang tahun ini, meski mengalami kontraksi, angkanya tak terlalu besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rekomendasi
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Prabowo Gelar Sidang...
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bahas Percepatan Program-Evaluasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Berita Terkini
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved