TBIG Fokus di Pertumbuhan Secara Organik
Selasa, 29 September 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
“Strategi utama kita tetap organic growth. Hingga saat ini (semester I/2020), kita sudah mendapat 2.517 tenant. Itu pertumbuhan tenant yang terbaik sepanjang sejarah pertumbuhan organiknya Tower Bersama,” jelas Helmy. (Baca juga: Sekolah di Merangin Mulai Belajar Tatap Muka dengan Protokol Ketat)
Sementara itu, CEO Tower Bersama Infrastructure Hardy Liong menambahkan bahwa industri menara telekomunikasi (tower) termasuk industri yang defensif di era pandemi, karena pendapatan mereka mengandalkan pembayaran dari kontrak jangka panjang atas sewa menara telekomunikasi.
“Kontraknya itu 10 tahun dan dari kontrak eksisting kita tidak mengalami masalah, pembayaran dari operator telko juga tepat waktu. Ditambah kontrak baru yang kita dapatkan selama pandemi ternyata cukup baik,” kata Hardy.
Dia menuturkan, sepanjang semester I/2020 Tower Bersama mampu membukukan penyewaan kotor sebanyak 2.517 tenant, terdiri atas 370 site telekomunikasi dan 2.147 kolokasi; sehingga secara akumulasi, perseroan tercatat memiliki 31.039 penyewaan dan 15.893 site telekomunikasi. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Realisasi tersebut hampir mendekati target yang dipatok perseroan untuk 2020 yakni 3.000 tenant baru. Adapun dengan penyewa sejumlah itu, rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan telah mencapai target yakni menjadi 1,96, naik dari 1,85 pada akhir 2019. (Heru Febrianto)
Sementara itu, CEO Tower Bersama Infrastructure Hardy Liong menambahkan bahwa industri menara telekomunikasi (tower) termasuk industri yang defensif di era pandemi, karena pendapatan mereka mengandalkan pembayaran dari kontrak jangka panjang atas sewa menara telekomunikasi.
“Kontraknya itu 10 tahun dan dari kontrak eksisting kita tidak mengalami masalah, pembayaran dari operator telko juga tepat waktu. Ditambah kontrak baru yang kita dapatkan selama pandemi ternyata cukup baik,” kata Hardy.
Dia menuturkan, sepanjang semester I/2020 Tower Bersama mampu membukukan penyewaan kotor sebanyak 2.517 tenant, terdiri atas 370 site telekomunikasi dan 2.147 kolokasi; sehingga secara akumulasi, perseroan tercatat memiliki 31.039 penyewaan dan 15.893 site telekomunikasi. (Lihat videonya: Sepeda Kayu dari Limbah Kayu Pinus)
Realisasi tersebut hampir mendekati target yang dipatok perseroan untuk 2020 yakni 3.000 tenant baru. Adapun dengan penyewa sejumlah itu, rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan telah mencapai target yakni menjadi 1,96, naik dari 1,85 pada akhir 2019. (Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :