Resto Besar Rela Turun Kasta Demi Bertahan di Masa Pandemi

Selasa, 29 September 2020 - 09:50 WIB
loading...
Resto Besar Rela Turun...
Menanggapi fenomena turunnya resto-resto brande ke jalan, seperti salah satunya yang telah dilakukan Pizza Hut. Pengamat manajemen menilai hal itu bisa dipahami saat pandemi seperti sekarang. Foto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Menanggapi fenomena turunnya resto-resto brande ke jalan, seperti salah satunya yang telah dilakukan Pizza Hut. Pengamat manajemen dari PPM School of Management Wahyu Tri Setyobudi memahami, pelaku usaha yang terpaksa melakukan strategi demi mempertahankan lini bisnisnya.

(Baca Juga: Siasat Resto Saat Pandemi, Jualan di Pinggir Jalan Jadi Pilihan )

Strategi itu berkaitan dengan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek terkait pencapaian penjualan (sales), target campaign dan lainnya. Sementara, untuk jangka panjang terkaitbrand.

“Bisa kita pahami apa yang dilakukan itu sebagai satu tuntutan adanyashockatau gegar bisnis. Pandemi ini kan datangnya tiba-tiba, banyak yang tidak ada persiapan. Ini juga berlarut-larut sampai enam bulan lebih, bahkanending-nya juga masih enggak tau kapan,” kata Wahyu kepadaSINDO, Selasa (29/9/2020).

Saking panjangnya pandemi ini, maka perusahaan sekuat tenaga menahan sumber daya yang ada sampai pada titik kritis sehingga apapun akan dilakukan untuk memenuhi jangka pendek. “Itu kita bisa maknai atau pahami sebagai usaha, tindakan reaktif yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi kondisi eksternal, terutama menjagacash flowjangka pendek,” kata Wahyu.

(Baca Juga: Pegawai Jualan di Jalan, Ini Tanggapan Pizza Hut )

Namun, dirinya menilai strategi itu belum tentu efektif untuk jangka panjang. Menurutnya, belum tentu metode pemasaran tersebut secara sistemik akan menjadi solusi. Kalau melihat dari sisi brand atau jangka panjang, Wahyu menilai upaya tersebut tidak produktif.

Sebelumnya Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk Jeo Sasanto selaku pengelola Pizza Hut mengakui bila memang pihaknya melakukan strategi dengan menjajakan jualannya di pinggir jalan sejak masa PSBB awal dahulu. Namun, ia tak menyebutkan apakah strategi itu berhasil mendongkrak pemasukan perusahaan atau tidak.

"Karena strategi kita sama dengan masa PSBB awal DKI sebelumnya," kata Jeo saat dihubungi, Senin (28/9).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang PHK Menghantam...
Gelombang PHK Menghantam Tekstil, Ritel, hingga Restoran Cepat Saji
Mengenal Miliarder Mi...
Mengenal Miliarder Mi Udon, Takaya Awata yang Kini Punya 2.000 Restoran di 28 Negara
Tak Peduli Boikot, McDonalds...
Tak Peduli Boikot, McDonald's Akan Selamatkan 225 Gerainya di Israel
Ritel Makanan Cepat...
Ritel Makanan Cepat Saji Lokal d’BestO Beri Bantuan ke Palestina
Nah Loh! McDonalds dan...
Nah Loh! McDonalds dan KFC Cs Waswas dengan Obat yang Tengah Ngetrend
Daftar Negara yang Tidak...
Daftar Negara yang Tidak Memiliki Gerai McD, Ini Faktor yang Memengaruhinya
Kolaborasi Pizza Hut...
Kolaborasi Pizza Hut x Molly: Kenalkan Menu Spesial dan Merchandise Eksklusif
Tawarkan Chinese Fast...
Tawarkan Chinese Fast Food Modern dan Halal, Baliren Xiaowancai Curi Perhatian 
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Kalina Oktarani Jualan Es Teler di Pinggir Jalan
Rekomendasi
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Berita Terkini
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Infografis
Demi Foto di Perbatasan...
Demi Foto di Perbatasan Lebanon, 20 Tentara Israel Mati dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved