Industri Halal Butuh Lembaga Keuangan Syariah yang Kuat
Selasa, 29 September 2020 - 20:50 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perbankan syariah harus kuat dan kontributif terhadap pembangunan masyarakat yang madani dan sejahtera. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, perbankan syariah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional.
Mengacu data terkini statistik perbankan Indonesia dan statistik perbankan syariah yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , aset perbankan syariah masih tumbuh sebesar 9,22%, lebih tinggi dari perbankan konvensional yang tumbuh 4,98%. Dengan postur aset tersebut, perbankan syariah memiliki market share sebesar 6,13%. ( Baca juga:Menkeu Bilang Ekonomi 2021 Belum Pasti Pulih, Pesimistis atau Realistis? )
“Kita harus mampu beradaptasi dengan ekonomi yang ada untuk mencari dan mengoptimalkan peluang-peluang baru, terutama pada ekosistem ekonomi halal (halal economic system industry),” ujar Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, Selasa (29/9/2020.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menjelaskan, komitmen pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Untuk menopang industri halal perlu lembaga keuangan syariah yang kuat, termasuk di dalamnya perbankan syariah yang menopang industri produk halal sehingga tercipta halal value chain,” papar Sutan Emir.
Mengacu data terkini statistik perbankan Indonesia dan statistik perbankan syariah yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , aset perbankan syariah masih tumbuh sebesar 9,22%, lebih tinggi dari perbankan konvensional yang tumbuh 4,98%. Dengan postur aset tersebut, perbankan syariah memiliki market share sebesar 6,13%. ( Baca juga:Menkeu Bilang Ekonomi 2021 Belum Pasti Pulih, Pesimistis atau Realistis? )
“Kita harus mampu beradaptasi dengan ekonomi yang ada untuk mencari dan mengoptimalkan peluang-peluang baru, terutama pada ekosistem ekonomi halal (halal economic system industry),” ujar Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, Selasa (29/9/2020.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menjelaskan, komitmen pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Untuk menopang industri halal perlu lembaga keuangan syariah yang kuat, termasuk di dalamnya perbankan syariah yang menopang industri produk halal sehingga tercipta halal value chain,” papar Sutan Emir.
Lihat Juga :