BI: Permintaan Kredit Konstruksi hingga Properti Masih Melambat

Rabu, 30 September 2020 - 10:58 WIB
loading...
BI: Permintaan Kredit...
BI mencatat kredit konstruksi hingga properti masih mengalami perlambatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan permintaan kredit properti pada Agustus 2020 kembali mengalami perlambatan dari 3,5% (year on year/yoy) pada Juli 2020 menjadi 2,9% (yoy). Sementara pertumbuhan kredit KPR/KPA kondisinya stabil 3,4% (yoy), terutama pada perumahan tipe di atas 70.

Di sisi lain, kredit real estate meningkat dari 4,7% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 4,2% terutama pada real estate gedung perkantoran. Adapun suku bunga kredit dan simpanan pada Agustus 2020 juga mengalami penurunan seiring dengan penurunan suku bunga acuan.

"Suku bunga kredit tercatat sebesar 9,89% atau turun 3 basis poin dibandingkan 9,92% pada bulan sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko, di Jakarta, Rabu (30/9/2020). Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang Sampai 2022, Bos OJK: Siapa Takut!

Sementara kredit konstruksi mengaalmi penurunan. Penurunan tersebut terjadi pada kredit konstruksi.kredit konstruksi tercatat melambat, dari 3,0% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 1,3% (yoy). "Perlambatan terjadi terutama pada konstruksi bangunan jalan tol di Banten dan Jawa Tengah," kata dia. Baca Juga: Tagih Kredit Macet, Bos OJK Minta Perbankan Jangan Kejar-kejar Nasabah
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved