Ganjar Pranowo Bongkar Pusat dan Daerah Belum Kompak Soal Urusan Investasi

Rabu, 30 September 2020 - 23:02 WIB
loading...
Ganjar Pranowo Bongkar...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui adanya kesulitan dalam proses sinkronisasi dan harmonisasi terkait kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah terkait persoalan investasi. Foto/Dok Humas Pemprov Jateng
A A A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengakui adanya kesulitan dalam proses sinkronisasi dan harmonisasi terkait kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah terkait persoalan investasi . Namun, hal itu harus segera diatasi untuk membuat nyaman para investor yang hendak berinvestasi di daerah.

(Baca Juga: Pendekatan Ganjar Layani Investasi yang Masuk di Jawa Tengah )

Ganjar mengatakan, proses sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan memang sering terjadi dan terkadang membuat sulit untuk melakukan eksekusi di lapangan. Selain itu, sebetulnya juga ada kekuatan yang bagus dari pemerintah pusat yang meminta daerah agar melakukan 'pemberontakan' dalam perizinan.

"Kita sering juga menyampaikan memberikan feedback ke pusat, ini sudah bagus tapi bandwichnya digedein dong, sehingga suatu ketika sudah ada Online Single Submission (OSS) tapi OSS di beberapa sektor masih terlalu lama. Bahkan waktu itu dikasih kuota," ujar Ganjar dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (30/9/2020).

(Baca Juga: Soal Tempat Taruh Duit, Indonesia Diklaim Lebih Baik dari Vietnam )

Selain itu, pihaknya juga harus memperbaiki beberapa sistem yang kurang sesuai antara pusat dan daerah. Terkait dengan komunikasi dan konsultasi, Ganjar menyebut hal ini kerap mendapatkan respon positif dari pemerintah pusat.

"Cara komunikasi, konsultasi kami dengan pusat kemudian pusat memberikan arahan kepada kita itu sistemnya ternyata gampang sekali diubah, itu hanya butuh komitmen. begitu dilakukan ternyata semudah kita membuka jendela saja, kita komit, kita mau buka, kita buka aja," ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Perbedaan Investasi...
Perbedaan Investasi Apple di Vietnam dan Indonesia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved