Akses Jalan Tol MNP Diharapkan Jadi Pilot Project di Indonesia
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu lanjut Direktur Teknik Pelindo IV, menurut Kepala BPJT belum ada di Indonesia dan mungkin akan dijadikan satu pilot project. “Nah kemudian akan diaplikasikan juga di tempat yang lain seperti di tol menuju Pelabuhan Bitung dan Kariango di Kaltim,” sebutnya.
“Nah ini kami mohon dukungan pak Wali Kota beserta jajaran di pemkot Makassar untuk mewujudkan bagaimana interkonektivitas antara moda darat dan laut ini dapat terintegrasi dengan baik. Kami pun sebenarnya di dalam MNP ini tidak hanya sekadar membangun infrastrukturnya tapi juga akan membuat suatu sistem handling cargo dan membuat biaya logistik jadi benar-benar kompetitif. Kami akan membuat bagaimana barang dari kapal turun kemudian ditangani atau dihandling oleh moda darat dan ini dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Baca juga: Pelindo IV Tegaskan Pembangunan MNP Perhatikan Mitigasi Lingkungan
Saat ini menurut Prakosa, pihaknya sedang melakukan kajian, sehingga MNP tidak hanya dapat melayani muatan dengan jumlah yang banyak tetapi juga akan menjamin harganya bisa kompetitif. “Tapi ini tentu saja tidak akan berhasil apabila jalan tol itu tidak bisa terhubung. Nah kami mohon dukungan, bagaimana mewujudkan jalan tol agar bisa berjalan sesuai dengan rencana,” pinta Prakosa.
Prakosa menyebutkan, proyek MNP akan diselesaikan di akhir 2022 sehingga nanti awal 2023 sudah beroperasi penuh dengan dermaga sepanjang 1.600 meter, lapangan penumpukan seluas 120 hektare dan bisa melayani sekitar 2 juta hingga 2,5 juta TEUs per tahun.
“Jadi dalam 2 tahun lagi kami bisa menampung kontainer sebanyak 3 kali lipat dari kapasitas yang dimiliki Terminal Petikemas Makassar (TPM) saat ini, yang hanya mampu menampung sebanyak 700.000 TEUs per tahun. Kami juga mohon dukungan bapak Wali Kota, untuk bagaimana mendatangkan kargo. Dari sisi pelabuhan kami siap menangangi 2 juta kontainer, sebaiknya juga kami mohon dukungan bapak-bapak, bagaimana kontainer itu dapat keluar dengan mudah dari pelabuhan menuju tujuan akhir. Sebab ini tentu saja ada kaitannya antara pertumbuhan jumlah kontainer dengan aksesibilitas menuju MNP,” tukas Prakosa.
“Nah ini kami mohon dukungan pak Wali Kota beserta jajaran di pemkot Makassar untuk mewujudkan bagaimana interkonektivitas antara moda darat dan laut ini dapat terintegrasi dengan baik. Kami pun sebenarnya di dalam MNP ini tidak hanya sekadar membangun infrastrukturnya tapi juga akan membuat suatu sistem handling cargo dan membuat biaya logistik jadi benar-benar kompetitif. Kami akan membuat bagaimana barang dari kapal turun kemudian ditangani atau dihandling oleh moda darat dan ini dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Baca juga: Pelindo IV Tegaskan Pembangunan MNP Perhatikan Mitigasi Lingkungan
Saat ini menurut Prakosa, pihaknya sedang melakukan kajian, sehingga MNP tidak hanya dapat melayani muatan dengan jumlah yang banyak tetapi juga akan menjamin harganya bisa kompetitif. “Tapi ini tentu saja tidak akan berhasil apabila jalan tol itu tidak bisa terhubung. Nah kami mohon dukungan, bagaimana mewujudkan jalan tol agar bisa berjalan sesuai dengan rencana,” pinta Prakosa.
Prakosa menyebutkan, proyek MNP akan diselesaikan di akhir 2022 sehingga nanti awal 2023 sudah beroperasi penuh dengan dermaga sepanjang 1.600 meter, lapangan penumpukan seluas 120 hektare dan bisa melayani sekitar 2 juta hingga 2,5 juta TEUs per tahun.
“Jadi dalam 2 tahun lagi kami bisa menampung kontainer sebanyak 3 kali lipat dari kapasitas yang dimiliki Terminal Petikemas Makassar (TPM) saat ini, yang hanya mampu menampung sebanyak 700.000 TEUs per tahun. Kami juga mohon dukungan bapak Wali Kota, untuk bagaimana mendatangkan kargo. Dari sisi pelabuhan kami siap menangangi 2 juta kontainer, sebaiknya juga kami mohon dukungan bapak-bapak, bagaimana kontainer itu dapat keluar dengan mudah dari pelabuhan menuju tujuan akhir. Sebab ini tentu saja ada kaitannya antara pertumbuhan jumlah kontainer dengan aksesibilitas menuju MNP,” tukas Prakosa.
Lihat Juga :