Bravo, Uji Coba Listrik dari Sampah Kembali Berhasil
Minggu, 04 Oktober 2020 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi, menjelaskan bahwa program co-firing merupakan bagian dari semangat pilar "green" dalam transformasi PLN. Co-firing merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan energi terbarukan pada rasio tertentu yang tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai spesifikasi teknis.
"Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tutur Agung.
Bahan baku biomassa ini dapat berasal dari olahan sampah, ranting pohon, daun, sekam padi, serbuk gergaji dan rumput yang diproses menggunakan metode (biodrying). Proses selanjutnya bahan baku diolah menjadi pelet seperti yang digunakan di PLTU Ropa atau menjadi woodchips seperti yang digunakan di PLTU Bolok. ( Baca juga:Jokowi Tak Terima Pemerintah Dianggap Mencla-Mencle )
Uji coba co-firing untuk PLTU Ropa telah dilakukan pada 14-15 September 2020 dan PLTU Bolok pada 28-30 September 2020 dengan hasil proses pembakaran sempurna dan karakteristiknya mirip dengan batubara yang digunakan di PLTU tersebut. Keberhasilan uji coba co-firing di PLTU Ropa, terlihat dari parameter menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan 100% batubara dengan pencampuran biomasa.
"Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tutur Agung.
Bahan baku biomassa ini dapat berasal dari olahan sampah, ranting pohon, daun, sekam padi, serbuk gergaji dan rumput yang diproses menggunakan metode (biodrying). Proses selanjutnya bahan baku diolah menjadi pelet seperti yang digunakan di PLTU Ropa atau menjadi woodchips seperti yang digunakan di PLTU Bolok. ( Baca juga:Jokowi Tak Terima Pemerintah Dianggap Mencla-Mencle )
Uji coba co-firing untuk PLTU Ropa telah dilakukan pada 14-15 September 2020 dan PLTU Bolok pada 28-30 September 2020 dengan hasil proses pembakaran sempurna dan karakteristiknya mirip dengan batubara yang digunakan di PLTU tersebut. Keberhasilan uji coba co-firing di PLTU Ropa, terlihat dari parameter menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan 100% batubara dengan pencampuran biomasa.
(uka)
Lihat Juga :