Sri Mulyani Buka-bukaan Rendahnya Penetrasi Industri Asuransi Indonesia
Senin, 05 Oktober 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Rangkul ASEAN, Sri Mulyani Buka Jalan Asing Caplok Asuransi Syariah )
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Otoritas Jasa keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, fokus peningkatan efisiensi SDM dan teknologi penting. Hal ini agar memajukan perkembangan industri asuransi.
"Kami yakin ilmu ini harus dipelajari dari industri asuransi yang lebih besar dan sudah global. Kita juga punya beberapa asuransi asing yang jadi benchmark kita," bebernya.
(Baca Juga: Kalah Lagi oleh Vietnam, Penetrasi Asuransi Indonesia Cuma 2% )
Sebelumnya OJK mencatat hingga 2020, penetrasi industri asuransi Indonesia masih di bawah 4%, kalah dari negara di ASEAN lain seperti Singapura yang sudah 6 sampai 7%. Secara produk, angka bisa lebih kecil lagi. Per Juli 2020, OJK mencatat tingkat penetrasi asuransi jiwa misalnya, masih sebesar 1,1%.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Otoritas Jasa keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, fokus peningkatan efisiensi SDM dan teknologi penting. Hal ini agar memajukan perkembangan industri asuransi.
"Kami yakin ilmu ini harus dipelajari dari industri asuransi yang lebih besar dan sudah global. Kita juga punya beberapa asuransi asing yang jadi benchmark kita," bebernya.
(Baca Juga: Kalah Lagi oleh Vietnam, Penetrasi Asuransi Indonesia Cuma 2% )
Sebelumnya OJK mencatat hingga 2020, penetrasi industri asuransi Indonesia masih di bawah 4%, kalah dari negara di ASEAN lain seperti Singapura yang sudah 6 sampai 7%. Secara produk, angka bisa lebih kecil lagi. Per Juli 2020, OJK mencatat tingkat penetrasi asuransi jiwa misalnya, masih sebesar 1,1%.
(akr)
Lihat Juga :