Gaji Petani Pisang Bisa Rp4,5 Juta Sebulan, Ini Resepnya!
Selasa, 06 Oktober 2020 - 16:35 WIB
loading...
Pemerintah dorong model bisnis terintegrasi petani. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mendorong petani untuk membuat model bisnis terintegrasi sehingga modal lebih kuat dan lebih menguntungkan. Diharapkan dengan lompatan tersebut petani akan lebih sejahtera serta menciptakan nilai tambah.
"Model bisnis itu tidak ada one size fit for all, ini berbasis kepada komoditas. Apakah itu nelayan, pertanian, atau holtikultura sehingga tentu solusi yang diharapkan presiden adalah integrasi antara off farm dan on farm karena selama ini petani nelayan kebanyakan di sektor off farm dan on farm-nya terputus. Nah, ini yang didorong untuk nilai tambahnya ditingkatkan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, di Jakarta, Selasa (6/10/2020).
Baca Juga: Sejahterakan Petani, BNI Luncurkan Aplikasi Digital dan Kartu Tani Berjaya
Menurut dia program tersebut telah berkembang di Tanggamus, Lampung, petani pisang dapat memperoleh gaji setara dengan Rp4,5 juta per bulan. Program ini juga sedang dikembangkan di Kabupaten Jembrana, Bali dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sebab itu fokus pemerintah saat ini megembangkan petani beras, jagung, holtikultura, ternak sapi, dan ternak ayam untuk menerapkan model bisnis terintegrasi tersebut."Jadi itu sektor-sektor yang diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah untuk petani," imbuh Airlangga.
Baca Juga: Kurang Optimal, Jokowi Pacu Lagi Korporasi Petani dan Nelayan
Tidak hanya itu, digitalisasi pertanian juga perlu dikembangkan untuk mebantu proses produksi maupun distribusi. Ia pun meminta seuruh lembaga dan kementerian memiliki pemahaman yang sama dalam mengembangkan sektor pertanian. "Digitalisasi dan penerapan teknologi yang membantu proses produksi maupun distribusi hasil pertanian juga penting untuk dikembangkan," jelasnya.
"Model bisnis itu tidak ada one size fit for all, ini berbasis kepada komoditas. Apakah itu nelayan, pertanian, atau holtikultura sehingga tentu solusi yang diharapkan presiden adalah integrasi antara off farm dan on farm karena selama ini petani nelayan kebanyakan di sektor off farm dan on farm-nya terputus. Nah, ini yang didorong untuk nilai tambahnya ditingkatkan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, di Jakarta, Selasa (6/10/2020).
Baca Juga: Sejahterakan Petani, BNI Luncurkan Aplikasi Digital dan Kartu Tani Berjaya
Menurut dia program tersebut telah berkembang di Tanggamus, Lampung, petani pisang dapat memperoleh gaji setara dengan Rp4,5 juta per bulan. Program ini juga sedang dikembangkan di Kabupaten Jembrana, Bali dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sebab itu fokus pemerintah saat ini megembangkan petani beras, jagung, holtikultura, ternak sapi, dan ternak ayam untuk menerapkan model bisnis terintegrasi tersebut."Jadi itu sektor-sektor yang diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah untuk petani," imbuh Airlangga.
Baca Juga: Kurang Optimal, Jokowi Pacu Lagi Korporasi Petani dan Nelayan
Tidak hanya itu, digitalisasi pertanian juga perlu dikembangkan untuk mebantu proses produksi maupun distribusi. Ia pun meminta seuruh lembaga dan kementerian memiliki pemahaman yang sama dalam mengembangkan sektor pertanian. "Digitalisasi dan penerapan teknologi yang membantu proses produksi maupun distribusi hasil pertanian juga penting untuk dikembangkan," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :