Gubernur BI Beberkan Penyebab Anjloknya Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 06 Mei 2020 - 10:37 WIB
loading...
Gubernur BI Beberkan...
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan pendapatnya mengenai penyebab anjloknya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini. Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2020 hanya mencapai 2,97%.

Perry Warjiyo mengatakan, faktor utama yang mendasari turunnya pertumbuhan ekonomi adalah adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan social distancing. Pengaruh restriksi secara besar-besaran itu ternyata sudah terasa dampaknya di kuartal pertama ini ke ekonomi, baik konsumsi maupun investasi.

"Ini yang membedakan. Kami perkirakan semula pengaruh penanganan Covid-19 baru terasa di April, Mei dan Juni. Sehingga, memang kami perkirakan (pertumbuhan ekonomi) bisa 4,4%. Kami kira di Maret belum kena pengaruh penanganan Covid-19 ke aktivitas ekonomi baik konsumsi dan ivestasi itu," jelas Perry di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

(Baca Juga: Efek Corona, Inflasi Rendah karena Permintaan Lesu)

Dia melanjutkan, social distancing dan work from home mempengaruhi pendapatan dan konsumsi masyarakat dan investasi dunia usaha. Di luar itu juga terjadi penurunan ekspor. "Ekspor sebetulnya disampaikan BPS itu lebih tinggi dari perkiraan kami. Ekspor (tumbuh) 0,24% dari BPS, kami perkirakan negatif 1,6%. Tapi ternyata ekspor dampaknya enggak seperti yang kami perkirakan," paparnya.

Perry mengatakan, dampak Covid-19 serta PSBB ke pendapatan dan konsumsi masyarakat serta investasi akan dicoba diatasi melalui stimulus ekonomi. "BI juga akan berupaya kurangi dampak Covid-19 dan di semester kedua nanti PDB (diperkirakan) akan lebih baik, terutama di triwulan keempat," katanya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
Berita Terkini
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved