Pengusaha Bioskop Keberatan Jumlah Penonton Dibatasi Hanya 25%

Senin, 12 Oktober 2020 - 11:43 WIB
loading...
Pengusaha Bioskop Keberatan...
Ilustrasi bioskop. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Aktivitas di dalam ruangan dengan pengaturan tempat duduk secara ketat diizinkan beroperasi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Kegiatan itu seperti meeting, workshop, seminar, teater, bioskop, akad nikah, pemberkatan, upacara pernikahan.

Namun, pelaksanaan aktivitas itu tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya seperti pembatasan penonton yang hanya diizinkan maksimal sebanyak 25% kapasitas. (Baca juga: Diperbolehkan Beroperasi pada PSBB Transisi, Pengelola Bioskop Kok Malah Sedih )

Menanggapi hal itu, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan pihaknya belum akan membuka bioskop dalam waktu dekat bila kebijakannya seperti itu.

Pasalnya, jika kapasitas hanya 25%, pemilik film belum ingin merilis filmnya kepada pengusaha bioskop. "Apakah mau pembuat film kalau cuma 25%? Nanti kita hitung secara detail," kata Djonny saat dihubungi Okezone, Senin (12/10/2020).

Dia mengaku akan mendiskusikan masalah itu dengan seluruh pengelola bioskop di Ibu Kota pada Rabu (14/10) mendatang. "Nanti kita akan bicarakan dengan seluruh pengelola bioskop di Jakarta," ujarnya. (Baca juga: PSBB Transisi, Pengusaha Mal Optimis Bangkit dari Keterpurukan )

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sebelum mengeluarkan kebijakan seharusnya mengajak pengelola bioskop duduk bersama terlebih dahulu. Hal itu untuk menghindari persoalan-persoalan seperti ini. "Seharusnya sebelum mengeluarkan kebijakan kita diajak bicara. Jangan seperti ini, tiba-tiba langsung ada peraturan," cetusnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cinépolis Cinemas Indonesia...
Cinépolis Cinemas Indonesia Raih Sertifikasi™ Great Place To Work® 2025
Libatkan Industri Kripto,...
Libatkan Industri Kripto, Film 13 Bomb di Jakarta Duduki Peringkat Pertama Netflix
Rugi Bioskop CGV Bengkak...
Rugi Bioskop CGV Bengkak 152,80% Jadi Rp37,49 Miliar di Kuartal III 2023
Incar Dana Rp2,4 Triliun,...
Incar Dana Rp2,4 Triliun, Ini Alasan Cinema XXI Tayang di Lantai Bursa
Kerugian Susut 59% jadi...
Kerugian Susut 59% jadi Rp20,69 Miliar, Pengelola CGV Tambah Bioskop Baru
KKN di Desa Penari Tembus...
KKN di Desa Penari Tembus 9 Juta Penonton, Laba FILM Ikut Meroket 244%
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
Promosinya Diprotes,...
Promosinya Diprotes, Jumlah Penonton Film 'Aku Harus Mati' Anjlok?
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Film Jadi Media Edukasi bagi Anak dan Keluarga
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved