Masyarakat Diimbau Lakukan Investasi di Tengah Pandemi

Rabu, 14 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
Masyarakat Diimbau Lakukan...
Staf Khusus Kemenkeu Masyita Crytallin (kanan bawah), Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Aidil Akbar (kiri bawah), dan moderator Praktisi Media dan Komunikasi Mochamad Achir menjadi pembicara pada diskusi virtual Forum Merdeka Barat (
A A A
JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk tetap melakukan investasi meskipun di tengah pandemi Covid-19 . Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih agar menguntungkan di kemudian hari.

Pandemi Covid-19 memang membuat situasi dunia, terutama perekonomian, dalam ketidakpastian. Namun, bagi mereka yang jeli, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan investasi karena harga-harga produk atau instrumen keuangan kini relatif pada posisi rendah. (Baca: Hukum Bercakap-cakap Ketika Melakukan Jimak)

Di antara beragam jenis instrumen investasi, Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 018 bisa menjadi satu di antara pilihan. Surat utang pemerintah yang baru diluncurkan awal Oktober itu, selain terbilang aman, juga bisa membantu pemulihan ekonomi nasional.

“Kita berinvestasi sambil membantu pemulihan ekonomi nasional. Dalam melaksanakan APBN, ada beberapa sumber untuk pengeluaran pemerintah seperti pajak dan cukai. Dari sisi pembiayaan, sebagian berasal dari penerbitan obligasi negara,” ucap Staf Khusus Kementerian Keuangan Masyita Crystallin dalam diskusi online bertema “Investasi di Masa Pandemi” di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif lebih baik dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia. Pada kuartal II/2020, ketika pertumbuhan ekonomi dalam negeri minus 5,32%, di Negeri Jiran justru minus 17%. India bahkan sampai minus 23%. “Itu menunjukkan kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia tidak terlalu dalam,” katanya.

Masyita menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia tahun ini memang tidak mudah. Meski pada Januari sampai Februari, capital flow dari luar cukup tinggi, namun kondisinya berubah pada akhir Maret ketika virus Sars Cov-II sudah menyebar dari Wuhan, China ke banyak negara, termasuk Indonesia. Saat itu pasar saham dan obligasi tertekan hebat sehingga asing menarik diri dari pasar uang dalam negeri. (Baca juga: Sulap Kecubung Jadi Obat Bius, Siswa MAN I Gresik Juarai Ajang Internasional)

Dia mengklaim, saat ini kondisi perekonomian sudah membaik. Indikatornya, yield obligasi dan mata uang rupiah sudah kembali seperti sebelum 20 Maret 2020. Namun, kata dia, pemulihan ekonomi ini akan sangat ditentukan oleh penanganan pandemi Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rekomendasi
Qualcomm Umumkan Harga...
Qualcomm Umumkan Harga Smartphone Premium Akan Naik September Ini
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
Tom Holland Beri Sinyal...
Tom Holland Beri Sinyal Spider-Man Belum Berakhir, Siap Kembali Lagi
Berita Terkini
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Cegah Likuidasi Paksa,...
Cegah Likuidasi Paksa, Tes Insolvensi Ganda Mendesak Diterapkan dalam UU Kepailitan
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
Purbaya Diterpa Kabar...
Purbaya Diterpa Kabar Rangkap Jabatan Menkeu dan Gubernur BI: Saya Mah Isu Abadi
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Infografis
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Target Garuda Start Sempurna
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved