Bos BI Bakal Agresif Bawa Modal Asing Masuk ke Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:35 WIB
loading...
Bos BI Bakal Agresif...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kita bersama pemerintah sangat agresif dalam memulihkan ekonomi Indonesia, termasuk mendatangkan investor dalam meningkatkan arus modal asing. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal agresif dalam upaya memulihkan ekonomi Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bakal mendatangkan modal asing ke Indonesia seiring pangsa pasar ekonomi Indonesia makin meningkat.

"Kita yakini bahwa kebijakan yang kita tempuh bisa memulihkan ekonomi. Kita bersama pemerintah sangat agresif dalam memulihkan ekonomi Indonesia, termasuk mendatangkan investor dalam meningkatkan arus modal asing," kata Perry dalam video virtual, Rabu (14/10/2020).

(Baca Juga: Hati-hati! Ketidakpastian Pasar Keuangan Masih Tinggi )

Lebih lanjut terang dia, juga membuat bauran kebijakan yang bisa diterapkan negara berkembang dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19, menekan ekonomi Indonesia.

"Inovasi kami dalam bauran kebijakan bank sentral sesuai saat tekanan global yang belum terjadi sebelumnya kepada ekonomi kami dan harapannya bisa diimplementasikan negara berkembang lainnya," terangnya.

(Baca Juga: Aliran Modal Asing Masih Ngucur ke RI Rp2,43 Triliun )

Sambung dia menambahkan, perputaran keuangan lebih banyak berkaitan dengan kredit dan itu berkaitan juga dengan komoditas, properti, dan utang luar negeri.

"Kita pandemi di mana keluar aliran dana, kami intervensi FX market, obligasi pemerintah dan juga menurunkan suku bunga serta merelaksasi kebijakan makroprudensial, ini semua proses cyle," tandasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Berita Terkini
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved