Penyaluran PEN Bank Mandiri Mendapatkan Acungan Jempol dari Analis
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Sampai semester I-2020, DPK Bank Mandiri tumbuh 15,82% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 976,6 triliun. Pertumbuhan DPK itu disokong kinerja giro dan deposito. Bank Mandiri juga terus berupaya menaikkan provisi seiring program restrukturisasi yang bisa berdampak pada peningkatan loan at risk coverage ratio menjadi 56%.
(Baca Juga: PEN Bank Mandiri: Ketika UMKM dan Pekerja Kembali Tersenyum )
Pertumbuhan pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) dan kebijakan menaikkan cadangan provisi, juga menjadi katalis positif terhadap kinerja BMRI. Pembentukan laba perseroan sampai semester I-2020 ditopang oleh pendapatan non-bunga atau fee based income sebesar Rp 13,59 triliun, tumbuh 8,64% yoy.
Bank Mandiri juga masih membuka peluang bunga kredit bisa terus turun sampai akhir 2020. Hal itu seiring dengan biaya dana (cost of fund) yang diprediksi menurun antara 25-40 basis poin (bps) sampai akhir tahun. Hingga Agustus 2020, BMRI telah menurunkan bunga deposito 150-200 bps dan simpanan dalam mata uang rupiah 20 bps.
Proyeksi serupa diungkapkan Suria Dharma. Menurutnya, dari sisi pergerakan saham, valuasi harga saham BMRI saat ini rata-rata sudah di bawah historical-nya. Saat ini price book value (PBV) BMRI sudah mencapai 1,2x. "Yang menarik, kalau kita lihat sekarang, investor lokal di pasar modal sangat kuat," katanya.
Ketika dana asing banyak yang keluar dari pasar modal, ungkap Suria, investor lokal justru banyak yang masuk. Artinya, kesempatan untuk meraih gain dari penjualan saham emiten bank masih sangat besar. "Jadi, saya merekomendasikan buy untuk saham BMRI dengan target harga ke depan Rp 7.700 per saham," tandas Suria.
(Baca Juga: PEN Bank Mandiri: Ketika UMKM dan Pekerja Kembali Tersenyum )
Pertumbuhan pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) dan kebijakan menaikkan cadangan provisi, juga menjadi katalis positif terhadap kinerja BMRI. Pembentukan laba perseroan sampai semester I-2020 ditopang oleh pendapatan non-bunga atau fee based income sebesar Rp 13,59 triliun, tumbuh 8,64% yoy.
Bank Mandiri juga masih membuka peluang bunga kredit bisa terus turun sampai akhir 2020. Hal itu seiring dengan biaya dana (cost of fund) yang diprediksi menurun antara 25-40 basis poin (bps) sampai akhir tahun. Hingga Agustus 2020, BMRI telah menurunkan bunga deposito 150-200 bps dan simpanan dalam mata uang rupiah 20 bps.
Proyeksi serupa diungkapkan Suria Dharma. Menurutnya, dari sisi pergerakan saham, valuasi harga saham BMRI saat ini rata-rata sudah di bawah historical-nya. Saat ini price book value (PBV) BMRI sudah mencapai 1,2x. "Yang menarik, kalau kita lihat sekarang, investor lokal di pasar modal sangat kuat," katanya.
Ketika dana asing banyak yang keluar dari pasar modal, ungkap Suria, investor lokal justru banyak yang masuk. Artinya, kesempatan untuk meraih gain dari penjualan saham emiten bank masih sangat besar. "Jadi, saya merekomendasikan buy untuk saham BMRI dengan target harga ke depan Rp 7.700 per saham," tandas Suria.
(akr)
Lihat Juga :