Hari Pangan Sedunia, Peran Petani Dalam Pemenuhan Pangan Kian Meningkat
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
“Kebersamaan yang kita bangun dapat menghadirkan program-program baru yang lebih akseleratif seperti Family Farming. Program ini membuka peluang bagi setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” ungkap Syahrul.
Family Farming, bagi Syahrul, dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan, dan penguatan pangan lokal, sebagai alternatif pangan nonberas. “Kalau begitu, pertanian keluarga juga berpotensi besar dalam mendukung pangan lokal, diversifikasi pangan menjadi pilihan. Orang bisa kenyang tidak hanya dengan beras, berbagai pangan lokal juga bisa menjadi pilihan dan bagian yang harus terus kita dorong,” tegas Syahrul. (Baca juga: Kemendikbud Akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)
Syahrul mengapresiasi kepada petani yang selama ini telah menjadi pahlawan pangan. “Siapa yang telah berjuang dan memberi kekuatan dalam menyediakan pangan untuk negara, mereka layak kita sebut sebagai Pahlawan Pangan. Kalau beli baju, motor, atau lainnya bisa kita tunda, tapi pangan tidak bisa kita tunda, masalah perut tidak bisa menunggu,” terang Syahrul.
Sementara itu, Perwakilan FAO di Indonesia Victor Mol mengatakan, HPS tahun ini dapat menjadi kesempatan kita untuk berterima kasih kepada Pahlawan Pangan, yakni petani, nelayan, komunitas hutan, dan pekerja di seluruh rantai pasokan makanan yang dalam keadaan apa pun terus menyediakan makanan untuk komunitas mereka dan sekitarnya.
Tema HPS tahun ini menyerukan untuk membangun kembali dengan sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih tangguh dan kuat. “Lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan inovasi dan kemitraan yang kuat. Setiap orang memiliki peran untuk dilakukan mulai dari pemerintah, swasta, hingga individu untuk memastikan makanan sehat dan bergizi tersedia untuk semua,” ungkap Victor Mol.
Family Farming, bagi Syahrul, dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan, dan penguatan pangan lokal, sebagai alternatif pangan nonberas. “Kalau begitu, pertanian keluarga juga berpotensi besar dalam mendukung pangan lokal, diversifikasi pangan menjadi pilihan. Orang bisa kenyang tidak hanya dengan beras, berbagai pangan lokal juga bisa menjadi pilihan dan bagian yang harus terus kita dorong,” tegas Syahrul. (Baca juga: Kemendikbud Akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)
Syahrul mengapresiasi kepada petani yang selama ini telah menjadi pahlawan pangan. “Siapa yang telah berjuang dan memberi kekuatan dalam menyediakan pangan untuk negara, mereka layak kita sebut sebagai Pahlawan Pangan. Kalau beli baju, motor, atau lainnya bisa kita tunda, tapi pangan tidak bisa kita tunda, masalah perut tidak bisa menunggu,” terang Syahrul.
Sementara itu, Perwakilan FAO di Indonesia Victor Mol mengatakan, HPS tahun ini dapat menjadi kesempatan kita untuk berterima kasih kepada Pahlawan Pangan, yakni petani, nelayan, komunitas hutan, dan pekerja di seluruh rantai pasokan makanan yang dalam keadaan apa pun terus menyediakan makanan untuk komunitas mereka dan sekitarnya.
Tema HPS tahun ini menyerukan untuk membangun kembali dengan sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih tangguh dan kuat. “Lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan inovasi dan kemitraan yang kuat. Setiap orang memiliki peran untuk dilakukan mulai dari pemerintah, swasta, hingga individu untuk memastikan makanan sehat dan bergizi tersedia untuk semua,” ungkap Victor Mol.
Lihat Juga :